"Ini berat buat saya karena KH Ahmad Dahlan adalah tokoh nasional. Kalau dibandingkan dengan saya, saya bukan apa-apa. Tapi beban ini saya pakai untuk jadi motivasi," jelas Lukman saat ditemui usai syukuran 'Sang Pencerah' di Jl Amil, Buncit Indah, Jakarta Selatan, Kamis (15/7/2010) malam.
Dalam mempelajari sosok KH Ahmad Dahlan, Lukman berpatokan pada buku karangan Kiai Muhammad Sudja. "Saya agak miris karena buku itu ditemukannya di Belanda," ujar aktor peraih Piala Citra itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita melihat kembali, bahwa pada saat itu mungkin ketika kita seumur dia, kita masih merepotkan orangtua. Harusnya kalau kita mau melakukan sesuatu nggak harus nunggu tua," tuturnya.
Ditemui di tempat yang sama Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin pun mengatakan hal serupa. Din berujar, ia sudah lama berharap ada yang mau membuat film tentang KH Ahmad Dahlan. Ketika akhirnya terwujud, Din pun mengimbau agar semua warga Muhammadiyah menontonnya.
"Ini akan semakin mencerahkan warga Muhammadiyah dan tentunya juga pencerahan bagi bangsa," ucapnya.
(eny/eny)











































