"Menurut gue sudah saatnya film itu dipeta-petakan. Misalnya aja kalau mau nonton harus nunjukkin kartu identitas," ujar Bams, saat ditemui usai manggung di Dahsyat, RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (7/1/2010).
Menurut Bams, jika ada layar lebar yang menampilkan belahan dada perempuan lalu disebut porno, hal itu bisa membuat film Indonesia jalan di tempat. Katanya lagi, seharusnya masyarakat jangan berpikir sempit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
jualnya justru mengarah ke sana," tukas pelantun 'Tak Ada Tempat Seperti Surga' itu.
Sekali lagi Bams menegaskan, seharusnya pemerintah mulai memetakan film-film Indonesia. "Kalau seperti sekarang, anak kecil melihat film horor, menurut gue itu sudah salah," tandasnya.
(eny/eny)










































