Sekitar seratus tamu undangan nonton bareng 'Balibo' harus kecewa karena tidak dapat menikmati film yang sedianya diputar secara terbatas malam ini.
"Mohon maaf kita belum bisa memutar Film Balibo sekarang," ujar Presiden Jakarta Foreign Correspondents Club (JFCC), Jason Tedjasukmana kepada para undangan di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (1/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berpendapat kalau penayangan 'Balibo' ini bukan untuk umum, tapi kami putuskan untuk mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh LSF," kata Jason.
Salah seorang tamu undangan yang hadir adalah penasehat senior Komnas HAM, HS Dillon. Pria bersorban ini kecewa karena tidak bisa menonton film yang disutradarai Robert Connolly itu.
"Peristiwanya sudah lama berlalu, semua kenyataan itu harus dihadapi. Kalau pemerintah tidak suka, mereka bisa saja membuat film tandingannya," kata Dillon.
Rencananya, 'Balibo' juga akan ditayangkan di JiFFest pada tanggal 6 dan 10 Desember. Namun apa daya, menyusul tidak lolos sensornya Balibo oleh LSF, rencana itu pun kini buyar.
(mpr/hkm)











































