Menbudpar: Julia Roberts Lebih Baik Dari Miyabi

Menbudpar: Julia Roberts Lebih Baik Dari Miyabi

- detikHot
Rabu, 14 Okt 2009 16:47 WIB
Menbudpar: Julia Roberts Lebih Baik Dari Miyabi
Jakarta - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Ad-Interim, Mohammad Nuh, menejelaskan upaya pembatalan kehadiran bintang flm asal Jepang Maria Ozawa alias Miyabi, tidak terkait dengan upaya pembelengguan kreativitas, tapi lebih dikarenakan karena sifat kontroversaial yang berkembang di masyarakat.

”Jadi tolong jangan dikait-kaitkan dengan upaya pemerintah untuk membelenggu kreativitas di bidang perfilman. Sepenuhnya karena pertimbangan adanya kontroversial di masyarakat,” jelasnya seperti rilis yang diterima detikhot Rabu (14/10/2009).

Nuh yang dalam penjelasannya didampingi Sekjen Budpar dan Direktur Film, menjelaskan, di banding dengan kehadiran Julia Robert, yang saat ini sudah berada di Bali dan akan mengadakan pengambilan gambar filmnya di Pulau Dewata, rasanya tidak ada alasan untuk mengkaitkan pembatalan bintang film Miyabi, bagian dari pembelengguan kraetivitas insan perfilman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

”Coba tanya Pak Ukus Kuswara (Direktur Film-red) beliau menerima sms penolakan dari masyarakat sejak merebaknya berita itu, perharinya sampai mencapai 200-an pesan pendek dari masyarakat yang menolak kehadiran Miyabi. Ini harus kita akomodir, karena kita tidak ingin kontroversial berkepanjangan di masyarakat,” katanya.

Berkait dengan kehadiran Julia Robert yang saat ini sedang melakukan pengambilan gambar di Bali, Nuh mengatakan, kehadiran bintang film hollywood itu telah membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia. ”Paling tidak mereka telah bersedia mengeluarkan biaya sekitar 7 juta dollar AS, memesan 300-an kamar hotel, dan yang lebih penting lagi melibatkan sekitar 600-an senias Indonesia,” katanya mengungkapkan.

Kehadiran Julia Robert, katanya menambahkan, akan berpengaruh poisitif bukan saja bagi perekonomian Indonesia dan dunia pariwisatanya, karena kabaranya lebih dari separuh dalam film itu diambil dengan latarbelakang Pulau Dewata, tapi juga bagi perkembangan perfilman nasional, mengingat terlibatnya para senias kita didalam produksi mereka. (rou/fjr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads