"Life goes on, gue akan tetap beraktifitas seperti biasanya," ujarnya saat dihubungi detikhot lewat telepon, Rabu (9/9/2009).
Namun, ia dan sineas lain akan mengupayakan supaya UU tersebut bisa dirubah. Menurutnya, yudicial review adalah salah satu jalan yang terbaik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat karet banget. Jika saya bikin film yang ada kekerasannya sedikit nanti ada yang bilang melanggar UU, ada yang bilang enggak," jelasnya.
Joko juga berharap pemerintah tidak terlalu memproteksi film Indonesia. Secara kuantitas film nasional memang sudah berkembang.
"Lihat saja di masa-masa tertentu, bioskop dipenuhi film nasional," katanya.
(hkm/hkm)











































