Hal itu terlihat pada jumpa pers film 'Calo Presiden' yang diadakan pada Minggu (31/5/2009). Di acara tersebut, tidak ada satu pun tim dari 'Republik Mimpi' yang menunjukan batang hidungnya.
"Saya nggak tahu Effendi nggak dateng, mungkin ngambek, satu pun timnya Efendi nggak dateng," ujar Toto Hoedi sang sutradara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin mereka ngambek ada dua adegan yang mereka ingin nggak diangkat," jelas Toto.
Meskipun terjadi perpecahan di pihak produsen, 'Calo Rakyat' berusaha untuk menggugah semangat nasionalisne bangsa Indonesia. "Saya ingin sedikit menggugah rasa nasionalisme bangsa kita. Negara kita banyak masalah tapi kenapa semua orang malah pada jelek-jelekin," ujar Shankar.
'Calo Presiden' berkisah tentang Hartono, pria yang ditunjuk sebagai calon presiden karena keluguannya. Sementara karakter Hartono diperankan oleh Dwi Sasono.
Selain Dwi Sasono, film yang bertabur cameo politikus tersebut juga dibintangi Happy Salma dan Feby Febiola. (hkm/hkm)











































