"Karena krisis global, beberapa negara kurang berpartisipasi mendukung festival ini. Bahkan Jepang, yang industri perfilman maju," ucap Raam Punjabi, selaku ketua Persatuan Perusahaan Film Indonesia saat ditemui di FPA Annual Convention 2008 di Hotel Four Season, Kuningan, Jakarta Selatan (27/11/2008).
Ini bukan pertama kalinya FFAP gagal terlaksana. Festival yang pernah memenangkan 'Daun di Atas Bantal'Β sebagai Film Terbaik itu sempat tidak diselenggarakan pada 1968, 1981 dan 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun depan rencananya FFAP akan diadakan di Taipei, Taiwan. Alasannya Taipei selalu siap untuk menjadi host FFAP tiap tahun," tambah Raam.
FPA sengaja untuk memindahkan festival itu ke Taipei karena pemerintah Taiwan sangat mendukung penyelenggaraan FFAP. Alasan lainnya supaya menarik minat aktor-aktris internasional untuk menghadiri gelaran itu.
Di adakan pertama kali di Tokyo, Jepang pada 1953, FFAP adalah salah satu festival film bertaraf internasional yang tertua di dunia. Namun sayang FFAP masih belum setaraf dengan Academy Award atau bahkan Festival Film Cannes. Alasannya anggota-anggota yang tergabung di FAP masih kurang berkomitmen untuk ikut memajukan FFAP.
"Organisasi ini sudah berusia 56 tahun tapi kemajuannya belum belum bisa dibanggakan, masih merangkak. Belum mendapat perhatian dari para pembuat film," tambahnya.
FAP didirikan pada November 1953 di Manila Filipina oleh tujuh negara yang berada di Asia Pasifik. Di antaranya Jepang, Taiwan, Hong Kong, Filipina, Singapura, Indonesia dan Thailand.Β Β
(hkm/eny)











































