'Kami ke sini untuk merunut peristiwa yang terjadi di Solo, menyangkut film 'Lastri'. Adanya kesalahpahaman yang luar biasa terjadi. Oleh karena itu kami perlu menjelaskan secara rinci tentang apa yang terjadi di sana," ucap Eros Djarot saat ditemui di di Lembaga Sensor Film (LSF) di Jl MT. Haryono, Jakarta Timur, Kamis (20/11/2008) petang.
Film yang diadaptasi dari novel karya Ita F Nadia yang berjudul 'Suara Perempuan Korban Tahun 65' itu dituduh mengajarkan komunisme. Menurut Eross, tuduhan itu sama sekali tidak benar. "Tidak benar, film ini tidak mengajarkan komunisme,"
Namun pengaduan Marcella dan Eros Djarot belum bisa ditindak lebih lanjut oleh LSF. LSF masih membutuhkan bukti berupa film yang sudah selesai diproduksi.
"Film 'Lastri' sampai detik ini belum kami terima, diproduksi saja belum," ujar Titi Said, Ketua LSF.Β
(hkm/eny)











































