Soal berbagai aturan ketika syuting di Mesir itu diungkapkan oleh penulis novel KCB, Habiburrahman El Shirazy. Menurut pria yang akrab disapa Kang Abik itu, aturan-aturan tersebut memang sudah jadi persyaratan yang diminta pemerintah Mesir.
"Di sana juga ada aturan kerja. Kalau hari libur harus menggaji dua kali lipat pemain sana, ya itu sudah konsekuensi," tuturnya saat ditemui di kantor SinemArt, Kedoya Elok Plaza, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (21/10/2008).
Kang Abik, sutradara KCB Chaerul Umam, dan lima pemain akan berangkat ke Mesir Selasa (21/10/2008) pukul 15.00 WIB dengan pesawat Etihad Airways dari Bandara Soekarno Hatta. Kemungkinan rombongan tersebut sampai esok hari.
Persiapan syuting di Mesir sudah dilakukan jauh-jauh hari. Malah untuk mengurus perizinan syuting di Universitas Kairo saja, kata Kang Abik, ia sampai harus bolak-balik tiga kali ke negeri yang dikenal dengan Piramida itu.
"Nanti kita juga akan menampilkan Sungai Nil yang asli dan menggambarkan bumi para Nabi. Jadi bukan hanya sketsanya saja," ujar Kang Abik lagi.
Novel Kang Abik sebelumnya yang juga difilmkan 'Ayat-ayat Cinta' menampilkan sungai Nil. Sayang sungai Nil yang ditampilkan bukan asli, melainkan sungai Gangga di India.
(eny/eny)











































