DetikHot

movie

Batal Menang FFI, Sutradara \'Ekskul\' Senang

Kamis, 28 Jun 2007 14:15 WIB  ·   - detikHOT
Batal Menang FFI, Sutradara \Ekskul\ Senang
Jakarta - Film \\\'Ekskul\\\' yang meraih piala Citra di FFI 2006, dibatalkan kemenangannya. Bukannya kecewa atau sedih, sutradara film tersebut Nayato Fio Nuala, malah bersyukur \\\'Ekskul\\\' batal juara.Tak hanya \\\'Ekskul\\\' batal jadi jawara, kemenangan Nayato sebagai Sutradara Terbaik di FFI 2006 juga dicabut oleh BP2N (Badan Pertimbangan Perfilman Nasional). Pembatalan tersebut tertuang dalam SK nomor 06\/KEP\/BP2N\/2007 yang ditandatangani Ketua BP2N Dedy Mizwar dan ditetapkan pada 15 Juni 2007.Setelah sebelumnya saat dihubungi detikhot<\/B> tengah berada di Belanda, Dedy Mizwar memenuhi janjinya untuk menggelar jumpa pers. Dalam temu wartawan, ia menjelaskan, \\\'Ekskul\\\' dibatalkan kemenangannya agar tidak terjadi kesimpangsiuran dan polemik yang bekerpanjangan.\\\"Saya belum tahu apa reaksi dari pemain maupun produser. Tapi sutradaranya (Nayato-red) malah berterimakasih karena selama ini dia terganggu dengan polemik ini. Dia bersyukur dengan keputusan ini,\\\" urai Dedy di kantor BP2N, Gedung Film lantai 5, Jl. MT. Haryono, Jakarta Selatan, Kamis (28\/6\/2007).Sekedar kilas balik, setelah \\\'Ekskul\\\' dan sutradaranya dinobatkan sebagai jawara FFI, sejumlah insan film yang menamakan diri mereka Masyarakat Film Indonesia (MFI) bereaksi keras. Mereka berkumpul di Taman Ismail Marzuki melakukan pengembalian Piala Citra yang telah mereka dapat. MFI menuntut kemenangan \\\'Ekskul\\\' dicabut. Alasan mereka, ilustrasi film \\\'Ekskul\\\' mencontek rilisan film Hollywood, \\\'Gladiator\\\' dan \\\'Munich\\\' serta sebuah film Korea.Universal Music, selaku perusahaan yang merilis album soundtrack \\\'Gladiator\\\' dan \\\'Munich\\\' kemudian meminta hak mereka pada Indika Entertainment, pembuat film \\\'Ekskul\\\'. Kisruh antara Universal dan Indika tersebut coba ditengahi BP2N.Sekitar tiga bulan lalu, Dedy mengundang dua pihak yang berpolemik tersebut. Dari pertemuan mereka, Indika akhirnya bersedia membayar royalti. \\\"Berarti di situ benar ada pelanggaran,\\\" lanjut Dedy yang baru saja pulang dari Belanda untuk menghadiri pemutaran film \\\'Naga Bonar Jadi 2\\\' di sana.Sebagai pihak yang bersalah, Indika menurut Dedy juga sudah beritikad baik. Saat diputar di RCTI beberapa waktu lalu, ilustrasi yang disebut-sebut menjiplak sudah dihilangkan.Dedy berharap tidak ada pihak yang berpolemik lagi. Dalam hal ini ia juga tidak ingin juri disalahkan karena telah memilih film yang menjiplak.\\\"Dewan juri sangat berkualitas cuma data yang masuk ke dewan kurang, apa yang disodorkan kepada dewan itu yang dinilai,\\\" ujar Dedy seraya berjanji akan membuat FFI semakin berkualitas.


(eny/eny)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed