ADVERTISEMENT

K-Spotlight

Mengintip Jalur Permusikan Korea Utara

Delia Arnindita Larasati - detikHot
Senin, 30 Des 2019 17:00 WIB
Foto: Instagram
Jakarta - Sebagai negara komunis, Korea Utara seakan menutup diri dari dunia luar. Informasi yang didapat mengenai negara tersebut pun terbatas, termasuk soal hiburan para warganya.

Ketika Olimpiade Musim Dingin Korea Utara digelar pada 2018, secara mengejutkan Kim Jong Un menawarkan diri untuk mengambil bagian. Sebagai bagian dari rencana tersebut, idola Korea Utara untuk pertama kalinya berjalan kaki melintasi DMZ (Zona Demiliterisasi Korea) dan tampil di ajang tersebut.

Kala itu, delegasi Korea Utara dikirim untuk membahas rencana-rencana, termasuk mengajak penyanyi pop Hyon Song Wol, yang juga seorang pejabat senior di Partai Buruh yang berkuasa di Korea Utara, untuk tampil di ajang Olimpiade Musim Dingin.

Hal tersebut seakan menunjukkan betapa musik atau hiburan lainnya merupakan alat politik dan propaganda, di mana lagu-lagu merupakan alat untuk menunjukkan gemerlap prinsip-prinsip Korea Utara dalam berpolitik juga sebagai pujian untuk rezim yang tengah berkuasa.

Setiap pukul 06.00 di Pyongyang, Korea Utara, para warga dibangunkan dengan lagu 'Where Are You, Dear General?' yang dinyanyikan Pochonbo Electronic Ensamble, yang diputar keras dengan bantuan loudspeakers. Dikutip dari BBC, lagu-lagu mereka merupakan penggambaran ide-ide politik yang diceritakan melalui lagu.

Menurut Tongil Tours, salah satu perusahaan travel di Korea Utara, Kim Jong Il memberikan arahan kepada para artisnya untuk membuat lagu yang bisa diakses oleh siapa saja dan dinyanyikan kapan saja, yang menunjukkan filosofi hidup yang kaya dengan emosi.



Sejumlah lagu Pochonbo Electronic Ensamble di antaranya bertajuk 'Thank You, Comrade Kim Jong Il', 'The Youth Will Support Our Party', hingga 'Thunder Over Jong Il Peak'.

Tak berbeda dengan rezim Kim Jong Un, yang kabarnya membentuk sendiri sebuah grup idola perempuan bernama Moranbong Band. Istrinya, Ri Sol Ju, diduga seorang artis yang tergabung dalam Unhasu Orchestra, yang beberapa di antaranya diduga dieksekusi pada 2013.

Desas-desus merebak, yang menyebut eksekusi dilakukan untuk mencegah gosip tentang masa lalu Ri tersebar. Namun, kabar eksekusi dibantah oleh pemerintah Korea Utara, yang langsung menyiarkan pertunjukkan Unhasu Orchestra lewat radio negara.

Unhasu Orchestra juga pernah tampil dengan Radio France Philharmonic di Paris pada Maret 2012, dan memainkan Symphony No. 1 milik Brahms dan lagu rakyat Korea, 'Arirang'.

Lalu, bagaimana jenis musik yang didengarkan di Korea Utara? Apakah jauh berbeda dengan Korea Selatan?

Nantikan artikel K-Spotlight berikutnya!



Simak Video "Lamont Dozier, Produser Lagu Legenda 'Motown' Meninggal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(dal/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT