detikHot

K-Spotlight

Lika-liku Jadi Idola K-Pop

Senin, 02 Des 2019 18:16 WIB Delia Arnindita Larasati - detikHot
Foto: dok. Instagram Foto: dok. Instagram
Jakarta - Tak sedikit remaja di Korea Selatan yang bercita-cita menjadi idola. Dengan iming-iming kepopuleran yang mendunia dan juga gelimang harta, mereka bahkan rela putus sekolah demi menjadi trainee.

Ada juga yang sejak kecil mendedikasikan dirinya untuk bersekolah di bidang musik demi meraih mimpi berkarier di dunia hiburan. Lalu apakah pada akhirnya semua kerja keras mereka terbayarkan?

Tidak selalu. Ada beberapa dari mereka yang debut dan meraih sukses hingga dielu-elukan di seluruh belahan negeri. Namun, ada juga beberapa yang tak bisa bertahan lebih dari satu tahun.

Banyak yang pada akhirnya harus diperhatikan sebagai seorang idol. Ucapan, gerak-gerik, hingga apa yang dipertontonkan di layar kaca selalu menjadi perhatian.

Seperti belum lama ini yang menjadi perbincangan, idola perempuan beberapa kali tertangkap tak mengenakan sabuk pengaman dengan benar saat berkendara. Ada yang memasangnya di perut, bahkan tanpa mengikatnya dengan benar.

Lika-liku Jadi Idola K-PopFoto: Idola K-Pop tak kenakan sabuk pengaman dengan benar (dok. YouTube)

Setelah ditelisik, rupanya yang dilakukan para idola tersebut untuk menghindari pelecehan seksual yang bisa saja terjadi. Ketika sabuk pengaman dikenakan dengan benar, banyak yang menilai hal tersebut akan terlalu menonjolkan bagian dada mereka.

Komite Penyiaran Korea Selatan sebelumnya sudah menyatakan bahwa pemakaian sabuk pengaman yang tidak tepat dapat melanggar undang-undang keselamatan lalu lintas. Namun, masih ada idola yang melanggarnya karena lebih takut dengan komentar berbau seksual.

Seperti yang diketahui, komentar-komentar negatif di internet kerap membuat para idola resah. Tak sedikit yang bahkan mengalami depresi karena terlalu banyak diserang oleh haters.

Tak lama setelah kematian Sulli, Parlemen Korea berencana untuk membuat undang-undang baru yang bisa mengatasi dan mengakhiri komentar jahat. Maraknya komentar jahat yang diterima diduga menjadi salah satu penyebab Sulli mengambil keputusan untuk bunuh diri.
Untuk itu, peraturan dengan nama 'Undang-Undang Sulli' telah dicetuskan oleh sembilan anggota Majelis Nasional serta didukung oleh 100 organisasi dan 200 selebriti yang pernah menerima komentar jahat maupun kerabat Sulli.

Usulan atas undang-undang tersebut akan dibahas pada Desember 2019 ini dan bertempat di Balai Peringatan Majelis Nasional.




Simak Video "Smartfren Gelar Konser Ulang Tahun Bertabur Bintang K-Pop"
[Gambas:Video 20detik]
(dal/nu2)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com