Main Stage

Cerita Putih Abu-abu Mengejar Mimpi dari Cianjur

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 13 Sep 2020 15:27 WIB
Putih Abu Abu ketika berkunjung ke kantor detikcom.
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Sebelum bergabung dengan Putih Abu-abu Intan, Karin, Raikhansa, Taya dan Cheryl adalah siswa SMK yang menjalani hari-hari seperti pada umumnya remaja seumuran mereka.

Tidak pernah terbayangkan oleh mereka akan dikenal banyak orang, memperoleh lebih dari 4,2 Juta subscribers di YouTube dan bergabung dengan label rekaman arus utama.

Semua berubah perlahan sejak bertemu dengan Ogan, guru mata pelajaran teknik komputer dan jaringan di SMK Dharma Kusuma tempat mereka bersekolah.

Ogan mengajak murid-muridnya untuk membuat cover lagu di YouTube, mereka lalu membentuk grup dengan nama Putih Abu-abu. Nama itu dipilih merujuk warna seragam sekolah menengah atas.

Masih teringat oleh kelimanya, lagu pertama yang mereka bawakan ulang adalah Surat Cinta untuk Starla dari Virgoun. Namun Putih Abu-abu baru meraih popularitas sejak menyanyikan ulang lagu Bocah Ngapa Yak dari Wali.

"Kalau awalnya itu kita sebelumnya nggak kayak gini. Kami benar-benar bikin dari 0. Subscribers-nya masih ratusan, nggak jutaan kayak gini, bikinnya masih di kelas, take vokalnya masih di kelas, masih dengan alat seadanya," cerita Intan ketika bertandang ke kantor detikcom, baru-baru ini.

Dari belasan anggota Putih Abu-abu, pihak label memilih mereka berlima untuk bergabung. Mulai lah mereka bertransformasi menjadi grup vokal yang beranggotakan empat orang.

Bersama label, Putih Abu-abu menggarap sejumlah single original mereka, sebut saja Denganmu, Karena Kau Tak Ada, hingga versi baru dari lagu Mungkin yang sebelumnya dinyanyikan Melly Goeslaw.

Kini mereka mencoba mewujudkan impian mereka untuk menjadi penyanyi profesional. Meski telah ditarik label rekaman, kelimanya mengaku tidak ingin berhenti belajar.

"Karena kalau sudah masuk label pastinya kami ke arah yang lebih profesional lagi, di diri kami bakatnya juga lebih ini lagi nih, harus digali lagi nih, biar bisa semakin baik lagi nih. Biar yang denger juga ternyata Putih Abu-abu merasa, 'Wah semakin berkembang nih setelah masuk label'," kata Intan.

"Asalnya kami cuman iseng-iseng doang, sekarang harus serius. Kami kan asalnya pendiem, tiba-tiba ditarik label jadi harus membangun rasa percaya diri, buat tampil di depan umum harus mentalnya kuat juga," tambah Cheryl.

Ingin dengar obrolan penuh Putih Abu-abu dengan detikcom? Jangan lupa dengarkan podcast Main Stage di Spotify!

(srs/aay)