detikHot

Main Stage

Kisah Personal dan Spiritual di Balik 'Jalan Pulang' Pusakata

Rabu, 15 Mei 2019 12:04 WIB Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Pusakata Foto: Asep Syaifullah/detikHOT Pusakata Foto: Asep Syaifullah/detikHOT
Jakarta - Di pengujung 2017 lalu, Mohammad Istiqamah Djamad atau yang akrab disapa Is, memutuskan keluar dari Payung Teduh, band yang menaunginya selama ini.

Kabar itu terbilang mengejutkan banyak pihak sebab saat itu, Payung Teduh terbilang telah berada di puncak karier pasca suksesnya lagu 'Akad' yang seolah-olah ada di mana-mana.

Setelahnya, Is bersolo karier dengan nama Pusakata. Ia lalu merilis 'Kehabisan Kata', 'Cemas', dan yang terbaru 'Jalan Pulang'.

"Lagu 'Jalan Pulang' itu bercerita tentang gue keluar dulu dan memutuskan untuk solo kan dengan satu kalimat, 'Saatnya membawa musik untuk kembali ke rumahnya'. Inilah jalan pulang gue menuju rumah dan gue ceritain ke kalian rumah gue seperti apa," ujar Is saat bertandang ke kantor detikHOT, baru-baru ini.




Selain itu, Is juga menganggap lagu 'Jalan Pulang' sebagai lagu yang personal dan merangkum nyaris seluruh perjalanan kariernya selama beberapa tahun ke belakang.

Karena lagunya memiliki makna yang sangat personal, Is pun menjadikan lagu ini sekaligus sebagai mediumnya untuk merefleksikan apa saja yang telah ia lalui.

"Banyak orang yang pergi mengejar mimpi yang dirakit dari dulu, tapi mereka hilang, mereka lupa. Dan gue merasa beruntung karena lagu 'Jalan Pulang' ini menjadi momentum gue untuk berkaca lagi, perjalanan gue selama 10 tahun berkesenian secara profesional," tuturnya.

'Jalan Pulang' lahir ketika Is tengah dalam perjalanan. Saat itu, nada dan lirik lagu itu tiba-tiba muncul. Tak lama, ia kemudian segera menggarapnya menjadi lagu.

"Kayanya itu yang menunjukkan orang yang paling beruntung adalah orang yang bisa pergi mengejar apapun itu, tapi bisa inget gimana rumah, bahkan bisa pulang. Makanya itu gue bikin 'Jalan Pulang'," tambahnya.


PusakataPusakata Foto: Asep Syaifullah/detikHOT
Is juga menyebutkan, makna pulang dalam lagu tersebut ada dua, yang pertama pulang kepada keluarganya, yakni istri dan anak-anaknya, yang kedua kembali berserah kepada Tuhan Sang Maha Pencipta.

"It is about my family and my God, keluarga yang kujadikan penuntun langkahku dan Tuhan yang kasih kesempatan buat bisa berjalan," jelasnya.
(srs/doc)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed