DetikHot

main-stage

Iwan Fals Tentang Digitalisasi, Dari Pembajakan hingga Lingkungan

Rabu, 05 Des 2018 18:45 WIB  ·   Dyah Paramita Saraswati - detikHOT
Iwan Fals Tentang Digitalisasi, Dari Pembajakan hingga Lingkungan Iwan Fals. Foto: Dicky Ardian
Jakarta - "Saya nggak khawatir sama yang hilang, karena pasti ada yang datang kan," ujar Iwan Fals saat ditanyai mengenai adakah yang hilang dari adanya digitalisasi di dunia musik.

Di era ini, digitalisasi memang terjadi secara besar-besar dalam setiap lini. Industri musik tak bisa bersembunyi dari hal tersebut.

Cara orang mendengarkan musik pun berubah, era piringan hitam berganti kaset dan cakram padat, kini berganti kembali menjadi layanan musik berbasis streaming.

Iwan Fals pun sebentar lagi akan menggelar konser digital yang disebutnya sebagai e-concert.

Tak menampik ada yang hilang (mulai dari romantisme memegang rilisan fisik hingga interaksi pada konser langsung), Iwan Fals mengatakan dampak positif dari digitalisasi pun banyak.

Iwan Fals. Iwan Fals. Foto: Dicky Ardian


Dijumpai di kediamanannya, Iwan Fals dan putrinya menerima tim detikHOT di kediamannya di wilayah Depok, Jawa Barat. Ia mengutarakan, sesuatu yang hilang memang konsekuensi dari perkembangan zaman. Akan tetapi banyak hal yang bisa dipetik dari perubahan masa tersebut.

"Ya orang semakin leluasa, semakin tahu informasi, apapun ada. Cuma ya gitu, kadang bisa seharian nggak ngobrol karena nunduk aja itu (berkutat dengan ponsel pintar). Ketemu,begitu ketemu ya akhirnya nunduk. Tapi kalau udah bosen ya orang kembali lagi ke habitnya. Naluri manusia kan sosial," ungkapnya.



"Memang itu media sosial, tapi tetap media. Kalau lihat langsung gini kan beda. Tapi cukup mengobati lah. Itu kan kebudayaan ya, hasil akal budi manusia, saya mengapresiasi," tambahnya.

Ada satu hal yang diakui Iwan Fals sebagai dampak baik dari kemajuan teknologi. Menurutnya, teknologi terbukti ampuh untuk mengurangi adanya pembajakan.

Selain itu, menurutnya semua orang jadi memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan mempromosikan musiknya. Semua bisa mengunggah karyanya di internet dengan jujur tanpa 'disetir' oleh kepentingan banyak pihak.

Iwan Fals. Iwan Fals. Foto: Dicky Ardian


"Kebetulan saya selalu dengar keluh kesah dari teman-teman tapi ternyata lebih mudah ya orang untuk rekaman, untuk mengenalkan lagunya. Tinggal angkat-angkat aja, promosi dengan jaringan yang bagus. Sekarang karya-karya indie luar biasa. Saya pun mau ngerekam ya mau dimana saja saya bisa rekam. Mau memberi kabar sama semua orang, saya selalu bisa," katanya.

Ia juga merasa dirinya kini lebih mudah untuk menemukan berbagai perpustakaan musik dari berbagai penjuru dunia. "Sekarang ya udah di telepon, di handphone. Tiba-tiba perpustakaan (musik) ada di sini semua," ucapnya.


Selain itu, Iwan Fals melihat satu hal lain yang tak banyak dilihat banyak orang. Ia mengatakan dengan adanya album digital di layanan streaming, bisa menghemat penggunaan kertas.

Tidak diperlukan lagi kertas untuk sampul, kemasan, hingga teks lirik lagu yang menjadi sepaket rilisan fisik.

"Itu jadi pertimbangan penting juga. Orang kan nggak mau menghancurkan dirinya. Para pemikir dan ilmuan kan pasti cari gimana nih hidup biar bisa bener dan bumi nggak hancur. Ya kami tinggal di situ. Ini kan jadi tidak menggunakan kertas. Dengan begitu ini akan menjadi keluhan sendiri buat pabrik-pabrik kertas, tapi percuma kita punya banyak uang tapi nggak punya pohon," urainya.


(srs/dar)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed