DetikHot

main-stage

Masa Transisi Adrian Yunan dan Keputusan Solo Karier

Rabu, 21 Mar 2018 16:15 WIB  ·   Dyah Paramita Saraswati - detikHOT
Masa Transisi Adrian Yunan dan Keputusan Solo Karier Masa Transisi Adrian Yunan dan Keputusan Solo Karier Foto: Asep Syaifullah
Jakarta - Adrian Yunan kini tengah bertandang ke Singapura untuk tampil dalam acara bertajuk True Colours Festival. Sebelumnya, di pertengahan 2017, ia telah merilis album dengan judul 'Sintas'.

Sebelumnya, Adrian Yunan dikenal sebagai bassist dari band Efek Rumah Kaca. Kini dirinya semakin mantap untuk bersolo karier.

Keputusan untuk bersolo karier yang diambil Adrian Yunan, menurutnya, tak lepas dari masa transisi yang dialaminya.

"Gue ada masa transisi tuh, karena gue dulu jarang di rumah. Zaman Efek Rumah Kaca tuh gue jarang di rumah, jadi rumah tuh tempat istirahat buat gue. Jadi pas gue rehat beneran di balik lah. Jadi gue di rumah mulu," ujarnya memulai cerita saat bertandang ke kantor detikHOT yang bertempat di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, baru-baru ini.



"Berawal dari suntuk lah, gue bingung mau ngapain, gue jadi ngerasain bahwa sebenarnya berlama-lama di rumah itu penting dan banyak hal yang bisa kita pikirin. Walau pun nggak harus ditulis ke lagu, banyak hal yang penting," sambungnya.

Masa transisi tersebut terjadi di antara 2010 hingga 2015, tahun dimana kesepuluh lagu di album tersebut ditulis olehnya.

Kondisi kesehatan dan penglihatannya kala itu menjadi salah satu hal yang mendorong adanya transisi tersebut.

Adrian Yunan bersama Toto Tewel dan Wahyu Mi Corazon saat tampil di detikHOT.Adrian Yunan bersama Toto Tewel dan Wahyu Mi Corazon saat tampil di detikHOT. Foto: Asep Syaifullah


Hal itu juga yang menyebabkan Adrian lebih banyak menceritakan hal-hal yang lebih personal dalam lirik lagunya. Ia menjadikan lagu-lagu yang ia tulis sebagai terapi.

"10 lagu itu (yang ada di album perdananya) temanya punya benang merah, yaitu tentang kehidupan gue di masa-masa itu. Itu awal gue rehat dari Efek Rumah Kaca karena kondisi fisik, mata, nge-drop gitu. Pertama kali blind total, terus waktu itu blind total. Terus waktu itu juga sakit lah jadi terpaksa istirahat," kenangnya.



"Sempet nge-drop, nge-down, tapi ini sebenernya proses ngelewatin itu. Lagu-lagu ini ditulis pada proses melewati kondisi itu. Menghibur diri, terus berusaha menterapi diri sendiri dengan bikin lagu," lanjutnya.

Pemilihan nama 'Sintas' pun berkenaan dengan cerita hidup yang ia lalui kala itu. Menurutnya, judul tersebut dianggap paling mewakili tema yang diangkat oleh albumnya, sekaligus masa transisi yang ia lewati tersebut.

"Tadinya belum tahu mau judul apa ya. Pokoknya album ini survival gitu. Benang merah adalah ini kehidupan yang survive melewati hal itu. Tadinya masih cari kata lain dalam bahasa Indonesia, ternyata baru tahu ada kata baru Sintas yang artinya sama," jelasnya.





(srs/tia)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed