Main Stage

Laleilmanino: Ke Depan, Kami Ingin Dikenang

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Rabu, 16 Nov 2016 19:02 WIB
Foto: Asep Syaifullah
Jakarta - Menulis lagu bersama selama tiga tahun, Laleilmanino telah menghasilkan puluhan karya. Bahkan mereka telah dipercaya untuk menulis semua lagu untuk album Hivi yang terbaru berjudul 'Kereta Kencan'.

Ketika ditanya, apa rencana dan keinginan mereka ke depan, kepada detikHOT, mereka menjawab dengan cukup filosofis.

"Sebagai musisi, kayak kita juga pengen punya long-term career ya di dunia musik, kita pengenlah udah umur 40-an masih manggung. Tapi gak ada yang tahu juga kan apa yang terjadi di depan gitu. Kita pengen sampai tua tetep produksi, at least kalau misalnya udah gak mampu buat perform, kita tetep ada," ujar Nino menjelaskan.

Nino pun memaparkan bahwa musisi dikenang melalui karyanya. Ia menuturkan bahwa mereka ingin, nantinya mereka masih dapat dikenang melalui lagu-lagu yang mereka ciptakan.
Laleilmanino: Ke Depan, Kami Ingin DikenangFoto: Asep Syaifullah
"Kalau musisi itu bisa dikenang dari karyanya yang diciptakan gitu, dengan ada di sini kita punya lahan banget buat berkarya. Jadi kita harapkan ketika kita udah gak ada di dunia ini, legacy yang bisa kita kasih ke musik Indonesia tuh bakal di kenang terus sama orang-orang," kata Nino lagi.

Nino pun mengutarakan bahwa ia memiliki harapan besar akan karya-karyanya. Ia ingin, karya-karya mereka dapat memberikan sumbangan kepada industri musik Tanah Air.

"Ya pokoknya semoga karya-karya kita bisa memberikan sumbangsih besar aja buat musik nasional," harapnya.

Adanya tiga kepala untuk membuat satu lagu, mereka mengaku perbedaan ide pasti ada. Bahkan bagi mereka, perbedaan ide adalah hal yang harus terjadi. "Harus itu, harus terjadi sih dalam studio. Kalau misalkan gak ada bentrok ide gak ada gunanya kita bertiga, mendingan sendiri aja," tutur personel RAN itu lagi.
Laleilmanino: Ke Depan, Kami Ingin DikenangFoto: Asep Syaifullah
Akan tetapi, mereka mengaku, perbedaan ide tersebut yang membuat mereka menjadi lebih baik dalam berkarya.

Nino menjelaskan, "Kalau sendiri tuh semua ide yang lo mau bisa ketuang tapi kan belum tentu ide yang lo pikirin itu totally bagus. Kalau sendiri kita subjektif banget. Sementara dengan bertiga, ada kuping-kuping dan mata-mata lain yang bisa ngelihat kalau yang lain mungkin punya ide yang lebih bagus dari yang lo keluarkan."

"Kalau ada bentrok ide, kita dengerin, kita cobain, ntar pasti langsung bisa nilai mana yang lebih enak," pungkas Nino. (srs/dar)