Marcello Tahitoe bergulat banyak distorsi untuk penggarapan album barunya 'Jalur Alternatif'. Mungkin banyak yang menyebut apa yang muncul di album terasa instan melihat musik Marcello dulu.
Tapi siapa sangka, materi yang muncul di 'Jalur Alternatif' sudah ada sejak 2010 lalu. Bahkan, di saat itu Marcello masih menggunakan nama Ello dengan musik-musik pop industri yang melambungkan namanya.
Hal itu membuktikan bahwa 'Jalur Alternatif' adalah musik Marcello atau Ello sebenarnya. Hingga akhirnya, putra dari mendiang Diana Nasution itu harus bersabar dan baru bisa merilisnya tahun ini.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saat itu gue udah nyiptain 30 lagu. Dan ini 10 lagu itu dan masih ada 20 lagu nanti buat nanti," sambungnya.
Kontrak bersama Sony Music Entertainment Indonesia membuat Marcello yakin 'Jalur Alternatif' bisa tetap dirilis. Marcello pun merasakan bahwa memang harus bersabar untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
"Cuma tahun 2010 itu bukan label yang sekarang. Ya baru dapat kesempatan ya sekarang. Ya akhirnya konsep album ini membuka jalan pintu gue," tuturnya.
![]() |
Bukan cuma itu, materi Marcello juga membuat lebih dihargai sebagai musisi. Ia benar-benar dilihat dari karya bukan karena fisik atau lain halnya.
"Ya menurut gue melihat sekarang lebih bisa jual karya gue," ucapnya.
Idealisme Marcello Tahitoe memang sangat terasa di 'Jalur Alternatif'. Bahkan, untuk soal sampul album memang lahir dari 'ego' Marcello. Apa maksudnya? Temukan jawabannya di Main Stage detikHOT hari ini!













































