Nama-nama musisi senior seperti Ermy Kulit mendapat porsi lebih dari Warner Music Indonesia. Bukan hanya Ermy, beberapa nama lain pun sudah digandeng Warner.
Tentunya bukan tanpa alasan kenapa akhirnya Warner Music Indonesia mau melakukan hal tersebut. Dan, salah satu alasan bisa dibilang menjadi mulia untuk sebuah label rekaman yang bukan asli Indonesia.
"Sebetulnya kita ingin melestarikan. Selama ini boleh dibilang nggak ada yang fokus untuk mau membawa kembali rekaman-rekaman lama secara proper yang baik," ungkap Managing Director, Toto Widjojo kepada detikHOT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bicara soal bisnis, siapa bilang para penyanyi senior tidak menguntungkan. Justru, mereka seperti sebuah peluang bisnis yang harus dilihat oleh label-label Indonesia.
![]() |
"Yang kedua kita masih melihat potensi artis lama masih besar. Seperti Ermy Kulit sampai sekarang suaranya masih luar biasa dan untuk bicara bisnis juga oke. Karena kita yakin masih banyak sekali demand terhadap lagu-lagu seperti ini (lagu lama)," jelasnya.
Bukan cuma bicara soal musisi senior, Warner Music Indonesia mengaku siap ambil risiko untuk mencetak musisi baru yang beda. Seperti beberapa nama yang disebut belum dilihat potensinya oleh label lain.
"Ya ada artis EDM namanya Rizuka yang dapat respon positif. Saya melihat potensi EDM ini sangat besar. Seperti DWP ya dihadiri oleh ribuan anak muda. Bukan hanya dari Indonesia bisa menjangkau dari luar negeri juga," tuturnya.
Selanjutnya perbincangan masuk ke apa yang sudah dilakukan oleh Warner Music Indonesia di 2015. Topik penjualan fisik ternyata sempat keluar dari perbincangan itu.
Seperti apa artis rilisan fisik untuk Warner Music Indonesia? Simak terus Main Stage detikHOT hari ini!












































