Album debut Barasuara itu bernama 'Taifun'. Dirilis secara digital pada 15 Oktober 2015 dan fisiknya menyusul tujuh hari kemudian. Ada sembilan lagu dengan judul-judul seperti 'Sendu Melagu', 'Bahas Bahasa', 'Menunggang Badai' juga 'Api dan Lentera'.
Tapi, bukan itu yang sepenuhnya menjadi pusat perhatian. Tapi bagaimana respons positif mengalir sangat deras kepada Iga Massardi Cs. Bahkan, jauh sebelum 'Taifun' dirilis, penampilan Barasuara kerap kali dihiasi dengan suara puluhan hingga ratusan orang yang bernyanyi lantang dan hafal bait demi baitnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal yang paling besarnya kami sangat bersyukur sekali. Ini adalah hal yang besar untuk kami. Kami sangat berterima kasih atas doa dan dukungannya, mudah-mudahan kami bisa menyebarkan hal yang positif," tutur gitaris TJ Kusuma secara bijaksana, kala mengobrol dengan detikHOT beberapa waktu lalu.
"Semoga respon dan semangat kita semua bisa menjadi angin Taifun yang baik dan mencerahkan," sambung TJ.
Mengenai materi di dalamnya, Barasuara tak mau menyatakan satu benang merah tertentu. Bagi band kelahiran 8 Juni 2014 itu, lebih baik pendengar yang menafsirkan tentang apa sembilan lagu di album 'Taifun'.
"Lagu per lagu berkisah tentang apapun yang bisa dirasakan oleh pendengar. Ada yang hubungannya antara anak dan orangtua, ada yang cinta secara umum dan pencipta. Lagunya punya makna secara vertikal, maupun horizontal. Silakan diinterpretasikan sendiri juga," ungkap TJ lagi.
Itu kenapa, untuk urusan genre, Barasuara juga tak mau ambil pusing, entah itu rock ataupun alternative bahkan pop. Mereka membiarkan media dan para pendengarnya yang menamakan diri Bersuara, yang menentukan.
"Genre bukan tugas band untuk mencari sih. Biar orang lain, media, kritikus musik yang melabeli kami," ujar vokalis Iga Massardi.
Menariknya, materi 'Taifun' sudah dikerjakan sejak tiga tahun terakhir, yaitu awal mereka berkumpul dan memulai latihan. "Saat itu yang kita pikirkan adalah mengerjakan karya semaksimal mungkin. Nggak terlalu memikirkan bagaimana selera pasar nanti ketika karyanya dirilis," timpal bassis Gerald Situmorang.
Saat ini, materi album 'Taifun' sudah menyebar sebanyak 3,000 keping sebagai cetakan pertama. Konser peluncurannya yang bertajuk 'Konser Taifun' juga sudah dibuat dan menjadi buah bibir. Lantas, apakah sebenarnya yang membuat Barasuara dengan 'Taifun'-nya itu terasa begitu spesial di telinga banyak orang? Temukan jawabannya di detikHOT!
(mif/mmu)











































