ADVERTISEMENT

Main Stage

Kekuatan Rock Edane di Era Digital

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Rabu, 26 Agu 2015 20:24 WIB
Edane (Facebook)
Jakarta - Sekitar 5-10 tahun terakhir, industri musik dunia dipenuhi oleh kata-kata 'digital' atau 'era digital'. Setidaknya, kata itu ditujukan untuk menjelaskan adanya kemajuan tekhnologi yang pesat dari segi teknis maupun sistem.

Hal itu pun dirasakan oleh Edane yang merupakan band lawas. Mengusung musik rock sejak dulu sampai sekarang, mau tak mau Edane harus menyiapkan formula yang tepat. Karena lagi-lagi, era digital dianggap tak lagi menjadi penyokong musik cadas penuh distrosi itu.

Bertandang ke kantor detikHOT beberapa waktu lalu, Edane memandang era digital ternyata tidak seburuk itu. Ada nilai baik yang justru hanya bisa diberikan oleh era tersebut kepada para musisi.

"Perkenalan Edane dengan hal-hal digital itu baru dimulai tahun 2009, bisa dikatakan sudah cukup terlambat. Awalnya dari sebuah web khusus untuk Edane Freakz--sebutan penggemarnya--yang dibuatkan seorang teman. Kemudian masuklah ke Facebook. Di Facebook Edane bikin akun sekaligus Fanpage," cerita vokalis Edane, Ervin.

"Perkenalan dengan sosial media itu kemudian membuat Edane semakin paham. Paling tidak, lewat digital ini kita punya etalase untuk memamerkan karya. Gue mulai tata walaupun bukan termasuk yang aktif," sambungnya.

Selain dari segi mengatur karya dan eksistensi, Edane juga belajar satu hal dari era modern saat ini. Bahwa sudah tidak ada lagi gunanya bergabung dengan perusahaan rekaman manapun, termasuk yang besar sekalipun.

"Dari sudut pandang record company jelas industri saat ini memburuk. Apalagi yang mau dijual. Karena saat ini, menjadi independen menjadi pilihan yang bijak. Sudah tidak ada alasan untuk mendatangi record company. Tata sosial media lo, Karena cuma memang itu yang bisa membuat band atau musisi sekarang bernapas," tegas Eet Syahrani, gitaris yang juga sempat belajar musik di Amerika Serikat selama 3,5 tahun itu.

"Contohnya begini, sekarang di tiap gang pasti ada jawara gitar yang lebih jago dari musisi Indonesia saat ini. Tapi karena begitu banyak jadi nggak kelihatan. Caranya untuk kelihatan adalah dengan beradu, siapa yang lebih cepat keluar. Semuanya lewat digital. Mereka beradu di dunia maya, mereka juga memperoleh kemampuan itu dari dunia maya," tutup Eet lagi.

Saat ini, Edane memang sudah resmi berjalan sendiri, terhitung sejak album ke-7 mereka, 'Edan' dirilis tahun 2010 oleh Log Zhelebour. Bermodalkan kemandirian itu, Edane merilis single terbarunya, 'Hail Edan' yang nantinya akan menjadi bagian dari mini album, yang rencananya rilis Desember.

Namun ternyata, Edane belum mau berhenti bicara soal musik Indonesia. Masih ada satu lagi yang akan mereka bicarakan bersama detikHOT. Apa itu? Ikuti terus 'Main Stage' hari ini ya!

(mif/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT