Baik dari manis dan pahitnya, tema lagu cinta disebut ampun menaklukan kuping penikmat musik Tanah Air. Tata Janeta pun seperti sangat sadar dengan hal tersebut.
Hingga akhirnya, Tata mengangkat tema 'lagu pengkhianatan' di album debutnya nanti. Perempuan kelahiran 18 September 1982 itu melihat tema tersebut sangat digemari di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kompromi bermusik memang disebut merupakan hal wajib untuk seorang Tata Janeta. Tapi tetap ada standar kualitas yang terus dijaga oleh Tata.
"Di zaman sekarang tidak bisa terlalu idealis. Kita ikutin pasar tapi tidak menjual karakter. Aku bukan idealis, tapi juga tidak juga karena industri jadi banting stir mengubah karakter," jelasnya.
Soal musik bagus atau tidak, Tata menyebut tak bisa memaksakan selera masyarakat. Baginya, yang terpenting bermusik dengan baik dengan menonjolkan karakter yang kuat.
"Ada juga rules dan garis merahnya juga ada. Semua itu masalah rasa ya semua bebas suka. Masing-masing punya selera," jelasnya.
Usai bicara karyanya, Tata Janeta bercerita soal bagaimana perjalanan usai tak lagi bersama Mahadewi. Seperti apa perjalanannya? Simak terus Main Stage detikHOT hari ini!
(fk/mmu)











































