Muncul sebagai pemenang di ajang pencarian bakat bernyanyi pada 2007 silam, nama Rinni Wulandari mulai muncul ke industri musik. Rinni langsung menggarap sebuah album solo perdana sebagai tanda dirinya resmi menjadi bagian dari industri musik nasional.
Di bawah Sony Music Indonesia, Rinni melahirkan album pop bernama 'Aku Tetap Milikmu' dengan lagu baru dan daur ulang di dalamnya. Penampilan perempuan yang saat itu berusia 17 tahun begitu girly dan manis.
Tapi akhirnya Rinni gerah juga dengan image tersebut. Resmi pada tahun 2013, Rinni memutuskan petualangannya sendiri, independent, strong, edgy, seksi lengkap dengan nama belakang aslinya, Wulandari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keluar dari comfort zone dengan berekspiremen. Dari mulai penampilan sampai musik Alhamdulillah hampir dua tahun orang sekarang sudah bisa notice sama aku tanpa 'idol' lagi, cuma Rinni Wulandari," tambah perempuan 25 tahun itu.
Sebagai kepala konseptor, Rinni merancang penampilannya jauh lebih seksi dibanding saat menyanyikan 'Aku Bukan Boneka' beberapa tahun silam. Materi lagunya kini pun terdengar dipenuhi balutan musik RnB dan hip-hop.
"Kalau dibilang 'good girl gone bad', seperti apa buktinya? Apa cuma dari penampilan saja. Penampilan itu bagian dari industri hiburan. Aku sih nggak terlau ambil pusing sama orang di bagian kontra, tandanya aku berhasil ambil hati," pungkas Rinni.
Cerita Rinni Wulandari baru saja dimulai. Jangan sampai melewatkan satu artikel, karena banyak sekali hal baru dan mencengangkan yang akan dibagi pelantun 'Independent Girl' itu di 'Main Stage' detikHOT minggu ini. Ikuti terus ya!
(mif/fk)











































