'Kutukan' tersebut dikalahkan lewat hits 'Terlatih Patah Hati'. Sebuah lagu yang justru tak pernah dipikirkan oleh The Rain untuk akhirnya diciptakan.
"Tadinya nggak kepikiran bikin lagu seperti ini. Ya ini kaget banget, karena banyak yang bilang band udah lama ilang dan susah naik lagi," ucap sang vokalis, Indra saat berbincang dengan detikHOT belum lama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kita kayak mamatahkan kutukan dan membuktikan kalau orang salah itu senang banget," sambungnya.
Untuk menciptakan 'Terlatih Patah Hati' memang bukan hal yang mudah. Grup band asal Yogyakarta itu harus keluar dari zona nyaman dalam membuat sebuah lagu.
Hingga akhirnya, 'Terlatih Patah Hati' tersebut pun diciptakan dalam waktu yang lama. Apalagi sempat ada bongkar-pasangan aransemen dalam lagu 'Terlatih Patah Hati'.
Baca juga: Penjelasan Singkat Promotor Soal Batalnya Konser Lenny Kravitz
"Ya bongkar pasang aransemen ya total sampai enam bulan," tutur sang bassis, Ipul.
Sedangkan untuk masuk nama Endank Soekamti dalam lagu tersebut bisa dibilang dadakan. "Itu justru pas banget di last minute. Awalnya nggak ada kepikiran, pas aransemen akhir jadi. Rasanya kalau ada sesuatu yang beda," ujar Ipul.
The Rain sendiri akhirnya memutuskan untuk berjalan sendiri alias independent. Seperti apa kisah mereka menjadi band indie? Simak terus kisah-nya di Main Stage detikHOT hari ini!
(fk/mmu)











































