Industri musik Indonesia diisi oleh banyak konduktor hebat yang tentunya membawa tinta emas di kamus musik Tanah Air. Namun, nama Erwin Gutawa sepertinya layak menjadi yang terdepan dibanding lainnya.
Bermusik layaknya sebuah wajan untuk Erwin. Di mana dalam mengisi sebuah wajan tersebut tak hanya dengan 'bumbu-bumbu' instrumen dan aransemen musik tapi lebih dari semua itu.
Salah satunya adalah sejarah musik. Ayah dari Gita Gutawa itu pun sempat berkisah kepada detikHOT tentang 'pola pikir' tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak orang yang lupa akan sejarah. Masa lagu Dewa disebut jadul," ucapnya membuka perbincangannya dengan nada mengebu-gebu.
Berlandaskan itu juga, seorang Erwin Gutawa akhirnya memutar otak untuk membuat sajian konser 'Satu Indonesia: Salute to Guruh Soekarno Putra'. Sedikit konsep dari acara tersebut pun coba dijelaskan olehnya.
Seperti apa kisah seorang Erwin Gutawa? Simak terus di Main Stage detikHOT hari ini!
(fk/mmu)











































