Menyebut nama Dream Theater yang terbayang tentulah nada-nada progresif rock penuh kualitas. Kemampuan LaBrie, Petrucci, Myung, Rodes dan Mangini tentu tidak bisa diragukan sebagai pemain sekaligus akademisi di bidang musik.
Namun, apa jadinya jika Dream Theater berencana menggabungkan unsur rock gahar itu dengan Electronic Dance Music (EDM)? Apakah kira-kira nanti pra Dreamers--sebutan penggemar Dream Theater--setuju?
"Ketika aku berpikir untuk bereksperimen dengan Elektronik atau EDM atau apapun kalian menyebutnya, mungkin aku akan memanggil Matt Guillory bergabung dengan Dream Theater. Tapi bisa juga tidak karena Jordan Rudes punya bank musik yang tidak terbatas," tutur James LaBrie kala berbincang santai bersama detikHOT beberapa waktu lalu.
"Tidak menutup kemungkinan juga kami akan memadukan techno atau elektronik. Itu adalah sebuah pengembangan yang maju. Lagi pula, aku pikir Dream Theater beruntung mempunyai penggemar loyal yang mau menerimanya jika itu terjadi," sambung LaBrie setelah menenggak sekaleng diet coke.
Akan tetapi, band pelantun hits 'Overture' itu tahu betul kapasitas dan identitas asli mereka. Menurut LaBrie, sebuah lagu atau aransemen yang buruk dengan mudah mampu merusak 'kehormatan' band itu sendiri. Jadi, kalaupun ada eksperimen musik, tidak akan jauh dari cita rasa khas Dream Theater.
"Beberapa band melakukan eksperimen, tapi mereka melupakan batasannya. Sehingga mau tak mau mereka kehilangan rasa hormat, terlebih lagi identitas. Bagi Dream Theater, langit adalah batasannya. Tapi, kami harus tetap menjaga identitas," tutup LaBrie lagi.
Sebagai seorang vokalis band progresif rock, ternyata LaBrie tidak melulu mengidolakan musisi setipe. Ada lima vokalis idolanya sepanjang masa yang justru berasal dari genre berbeda. Siapa saja mereka? Simak terus detikHOT!
(hap/mmu)
Namun, apa jadinya jika Dream Theater berencana menggabungkan unsur rock gahar itu dengan Electronic Dance Music (EDM)? Apakah kira-kira nanti pra Dreamers--sebutan penggemar Dream Theater--setuju?
"Ketika aku berpikir untuk bereksperimen dengan Elektronik atau EDM atau apapun kalian menyebutnya, mungkin aku akan memanggil Matt Guillory bergabung dengan Dream Theater. Tapi bisa juga tidak karena Jordan Rudes punya bank musik yang tidak terbatas," tutur James LaBrie kala berbincang santai bersama detikHOT beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, band pelantun hits 'Overture' itu tahu betul kapasitas dan identitas asli mereka. Menurut LaBrie, sebuah lagu atau aransemen yang buruk dengan mudah mampu merusak 'kehormatan' band itu sendiri. Jadi, kalaupun ada eksperimen musik, tidak akan jauh dari cita rasa khas Dream Theater.
"Beberapa band melakukan eksperimen, tapi mereka melupakan batasannya. Sehingga mau tak mau mereka kehilangan rasa hormat, terlebih lagi identitas. Bagi Dream Theater, langit adalah batasannya. Tapi, kami harus tetap menjaga identitas," tutup LaBrie lagi.
Sebagai seorang vokalis band progresif rock, ternyata LaBrie tidak melulu mengidolakan musisi setipe. Ada lima vokalis idolanya sepanjang masa yang justru berasal dari genre berbeda. Siapa saja mereka? Simak terus detikHOT!











































