Itu sebabnya, perempuan 35 tahun itu pun menyimpan segudang asa yang diberinya label 'tanggung jawab' untuk industri musik, khususnya Melayu. Kepada detikHOT, Siti Nurhaliza menceritakan semuanya.
"Siti mau menaikkan kualitas musik Nusantara, musik irama Melayu. Perlahan-lahan Siti rencanakan. Misalnya, rencana untuk bisa konser di Benua Eropa lagi. Dengan begitu musik nusantara bisa semakin lekat," tuturnya di suatu sore di hotel mewah Kawasan Senayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, sebagai musisi muslim, pelantun 'Tahajjud Cinta' itu juga memimpikan album religi lainnya. Sampai saat ini, dirinya baru satu kali merilis album religi di tahun 2009 bertajuk 'Tahajjud Cinta'.
"Insya Allah akan ada lagi (album religo, mungkin nanti bisa minta tolong Opick bikin lagu untuk Siti. Dengan musik itu juga bisa membantu edukasi agama, orang-orang bisa lebih hapal. Siti punya tanggung jawab untuk terus menyampaikan pesan yang baik," jelas Siti.
Meskipun suaranya semakin sendu karena sakit, Siti Nurhaliza masih meneruskan impiannya yang terakhir. Yaitu, tidak pernah berhenti bermusik.
"Siti juga tidak tahu kapan waktunya akan slow down. Tapi sepertinya tidak akan berhenti, kalaupun terlihat menurun, Siti mungkin aktif di belakang tabir (layar). Karena bernyanyi itu anugerah, jadi tidak mungkin hilang," pungkasnya sembari tersenyum, mengakhiri obrolan panjang bersama detikHOT.
Parasnya yang cantik kemudian diarahkan untuk berpose di depan kamera. Tak lama, Siti Nurhaliza pun berlalu, kembali ke kamar hotelnya, kemudian kembali ke Malaysia, ke pelukan keluarga tercinta.
(hap/mmu)











































