Bercerita tentang kolaborasinya di lagu 'Tak Bisa Menunggu' bersama Matari, Sophia menuturkan bahwa suaranya yang datar itulah yang menjadi pesonanya. Seperti yang terjadi di lagu bernuansa power pop dan dance itu, perempuan 44 tahun itu hanya bernyanyi menjadi dirinya sendiri.
"Suaraku itu bukan seperti penyanyi-penyanyi perempuan kebanyakan di Indonesia. Aku bukan penyanyi yang teknis, yang bisa meliuk-liuk gimana gitu. Suaraku datar, tapi di situ ciri khas-nya," jelas Sophia kepada detikHOT beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses rekaman pun tidak mengalami kesulitan yang berarti. Dalam waktu dua jam, urusan vokal Rendi Haroen dan Sophia Latjuba selesai direkam dengan hasil memuaskan.
"Aku kan tiap hari sebetulnya bernyanyi. Cuma memang tidak di depan mikrofon. Jadi nggak ada yang susah sih," ujar perempuan yang kini tengah menjajal jadi sutradara film layar lebar itu.
Tidak ada hambatan di wilayah teknis, kolaborasinya bersama Indra Birowo Cs itu harus berhadapan dengan jadwal padat. Bagaimana Sophia Latjuba mengatasi solusi manggung bareng nantinya? Siapkah dia manggung di berbagai acara off-air?
"Mungkin, nggak selalu bareng sih. Karena sekarang lagi padat-padatnya. Tapi yang pasti kan video klip sama promo-promo," tutur Sophia sembari tersenyum.
Bersamaa dengan itu, sosok yang kini santer diberitakan menjalin hubungan dengan Ariel 'NOAH' itu mempunyai harapan besar untuk Matari. "Sebagai partner kolaborasi, aku ingin mereka diapresiasi oleh banyak orang," pungkasnya.
Sejarah, lagu perdana dan kisah kolaborasinya bersama Sophia Latjuba sudah diceritakan secara gamblang oleh Matari. Masih banyak cerita yang akan diungkap, salah satunya ketika Indra Birowo bicara soal 'mafia' musik. Apa maksudnya? Simak terus Matari yang terpilih menjadi 'Main Stage' detikHOT minggu ini!
(hap/mmu)











































