Pepatah mengatkan bahwa hidup itu seperti roda yang berputar, kadang di atas kadang di bawah. Begitu pula perjalanan karier bermusik Pongki Barata.
Walaupun dirinya terlihat adem-ayem tanpa berita miring, kepada detikHOT personel The Dance Company itu sempat dua kali mengalami masa terpuruk. Dan anehnya, dua momen itu berkaitan langsung dengan kelompok musik yang melejitkan namanya di panggung dunia hiburan pertama kali, Jikustik.
"Masa-masa terpuruk itu pasti ada, kalau secara bermusik tahun 2002 itu masa terpuruk saya yang pertama. Saat itu Jikustik sebetulnya sudah hampir pasti bubar. Karena saya bertengkar sama Icha," akunya mengenang masa tidak enak dalam hidupnya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu lagi masa terpuruk dalam hidup Pongki Barata ternyata masih tentang Jikustik. Yaitu saat dirinya memutuskan untuk keluar. Musisi 36 tahun itu mau tak mau harus jatuh dalam mental maupun finansial.
"Harus diakui, Jikustik itu main income saya saat itu. Belum lagi penilaian negatif orang-orang ke saya selama berbulan-bulan. Dari media sosial sampai teman sendiri itu nggak ngajakin saya ngobrol. Tapi ya saya harus apa? Istri saya menyarankan saya harus diam, saya diam," Pongki melanjutkan ceritanya.
Pergolakan hati Wega-sapaan akrab Pongki Barata-bertambah kala kelompok musik bentukannya bersama Ariyo Wahab, Baim dan Nugie yang bernama The Dance Company sudah berjalan. Meski tertatih, omongan negatif yang berubah menjadi hujatan dan cacian pun diarahkan kepadanya dan The Dance Company.
"Ya, itulah masa-masa terpuruknya. Puji Tuhan, makin ke sini, main baik semuanya. Karena dari situ dampaknya banyak, misalnya nggak bisa bayar kreditan berapa bulan," seloroh musisi kelahiran Pontianak itu mengakhiri wawancara.
Bicara masa lalunya di Jikustik, tak adil rasanya kalau tidak membicarakan kelompok musiknya saat ini, The Dance Company. Mau dibawa ke mana sih The Dance Company? Tunggu jawaban Pongki Barata hanya di detikHOT!
(hap/mmu)











































