"Memang anak-anak Jikustik itu punya mimpi yang berbeda-beda. Pertama kali saya dan Icha cuma ingin manggung bawa lagu sendiri, kalau Carlo (drum) ingin main musik, apapun musiknya dan masing-masing punya misi sendiri-sendiri. Akan tetapi, kita punya satu mimpi yang sama, menjadi band daerah yang nasional," kenang Pongki Barata kepada detikHOT sembari tersenyum.
Awalnya semua sepakat akan mimpi tersebut, hingga kemudian band pelantun 'Setia' itu sukses. Pongki secara pribadi ingin membawa Jikustik ke jenjang yang lebih tinggi lagi dengan mengajak teman-temannya di SMA itu untuk pindah ke Jakarta. Alasannya jelas, Jakarta merupakan pusat industri hiburan di Tanah Air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhirnya saya menikah dan pindah ke Jakarta. Karena kalau saya tinggal di Yogyakarta, istri saya kariernya nggak maju, jadi menguatkan alasan untuk pindah. Dari situ latihan mulai jarang, untuk bisa latihan ke Yogya, saya harus cari job dulu biar bisa bayar tiket pesawat. Kalau manggung di mana gitu, langsung ketemuan di sana. Timbul kesenjangan karena jarak," lanjut suami Sophie Novita itu lagi.
Entah karena kebetulan atau tidak, pemilik nama lengkap Stefanus Pongki Tri Barata itu juga menjadi sasaran empuk media. Bagaimana tidak, dirinya adalah satu-satunya personel Jikustik di Jakarta. "Bukan maksud saya, tapi kebetulan saya di Jakarta dan saya vokalis. Ke acara apa saya datang, mereka mau liput. Jadi kayaknya seoalah-olah menonjol sendiri. Itu jadi masalah dan saya sempat disidang," ungkap Pongki.
Rangkaian masalah di atas sampai meluap ke satu titik tertinggi bagi pria yang kini menjadi bassis The Dance Company itu untuk memutuskan hal yang lebih berani lagi.
"Imanjinasi saya membludak setelah di Jakarta. Mau jadi produser, bikin duet, bikin format band lagi dan lain-lain. Tapi saya juga harus ambil langkah karena nggak akan bisa 100%. Akhirnya saya minta cuti dan dari situ mulai perang dingin sampai akhirnya saya memutuskan untuk keluar," cerita pelantun 'Aku Milikmu (Malam Ini)' itu.
"Pada akhirnya saya menjilat ludah sendiri, nggak masalah. Tapi jadinya semua enak dan jelas," pungkas Pongki.
Masih tentang Jikustik, ternyata ayah dua anak itu juga mengungkapkan masa paling terpuruk dalam hidupnya yang berkaitan erat dengan Jikustik. Apa itu? Simak terus di detikHOT!
(hap/mmu)











































