Lika-liku Penggarapan Album ke-2 Monkey To Millionaire

Main Stage

Lika-liku Penggarapan Album ke-2 Monkey To Millionaire

- detikHot
Rabu, 26 Mar 2014 11:28 WIB
Lika-liku Penggarapan Album ke-2 Monkey To Millionaire
Monkey To Millionaire (doc.pri)
Jakarta - Debut album Monkey To Millionaire, 'Lantai Merah' pada 2008 tidak hanya sudah membosankan bagi para Street Millionaire, sebutan untuk penggemarnya, tapi juga si pemilik album sendiri. Hingga lima tahun lamanya, sampai akhirnya 'Inertia' dirilis awal 2013 lalu.

Banyak penggemar tidak mengetahui lika-liku seperti apa yang harus dilewati grup yang digawangi Wiznu (gitar-vokal) dan Agan (bass-vokal) itu, untuk sampai pada album kedua yang telak menampilkan warna berbeda.

Kepada detikHOT, Monkey To Millionaire bercerita bahwa mereka harus memulai semuanya dari awal. Mulai dari keluar label, kehilangan drummer, urusan teknis sampai pengumpulan materinya.

"Memang sudah lama banget, kebosanan itu juga yang jadi pemicu kita untuk akhirnya mau nggak mau album kedua kelar. Kenapa lama? Karena semuanya kita kerjain benar-benar berdua, gue sama Wiznu," kenang Agan serius.

"Gue harus belajar sofware recording dari nol. Sudah pede, kemudian kita take lagu pertama, 'Summer Rain'. Nah, dari situ langsung jalan terus, ketemu suara drum, gitar dan lain-lain. Bisa dibilang ini album coba-coba, karena banyak yang nggak bisa dilakuin di Lantai Merah, kita lakukan di sini," tegas Agan lagi.

Materi sendiri hampir keseluruhan adalah materi baru kecuali lagu 'M.A.N' dan 'Summer Rain' yang merupakan stok lama mereka. Hal yang menarik perhatian adalah perubahan drastis 'Inertia' itu, mulai dari tipe suara, pola drum, bunyi-bunyian efek yang jauh lebih kasar, harmonisasi gitar sampai cara nyanyi sang vokalis, Wiznu, berubah total.

"Prosesnya sendiri enam bulan. Dua bulan gue belajar teknis dari YouTube, sisanya rekaman. Menurut gue sama Wiznu, ini adalah album yang paling seru dan egois. Drummer cabut satu, cari additional, cari studio. Bisa deh," ungkap Agan sumringah.

Namun, setelah 'Inertia' berkumandang, berbagai kritik mulai diterima oleh Monkey To Millionaire. Salah satunya adalah warna grunge yang kental, yang tidak pernah diusung band asal Ibu Kota itu sebelumnya.

"Nah, gue juga baca itu dan gue bingung, ini apa-apan? Padahal, gue sama Agan juga nggak dengerin grunge waktu penggarapan album. Kita justru lagi suka banget sama The Cribs, dan mereka bukan Grunge," jawab Wiznu mengklarifikasi 'tuduhan' tersebut.

"Tapi gini, bagi gue sih kita berhasil membuat kreativitas yang baru lagi. Karena sejujurnya hal yang gue hindari adalah membuat karya yang sama dengan sebelumnya, walaupun karya yang dulu menuai sukses besar," pungkas Wiznu. Lalu, sebetulnya apa arti dari kata 'Inertia' itu sendiri? Jawaban tersebut hanya akan didapat di detikHOT.

(hap/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads