Namun, pada kenyataannya banyak grup band dari scene indie yang justru bisa terus bertahan. Salah satunya yang cukup konsisten adalah Souljah yang sudah berdiri sejak 1998 lalu.
Grup band yang digawangi Danar (Vocal), Sa'id (Vocal), Renhat (Bass) dan David (keyboard) itu seperti sudah nyaman dengan jalannya saat ini. Kata nyaman itu pun tak hanya untuk soal penjualannya yang tak terlalu dipusingkan dengan angka-angka tapi juga nyaman berekspresi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, kalau kita penjualan 10 ribu aja kita udah bagus banget. Kalau label angka segitu mah cuma ngotor-ngotorin keuangan mereka aja. Itu justru kita nggak dibuat pusing kayak gitu," sambungnya.
Namun, Souljah sendiri tak menampik memang sempat tertarik untuk mencicipi major label. "Sebenarnya bukan tergoda masalah materi tapi kayaknya lebih santai aja karena ada yang urus semua," tutur Renhat.
Alhasil, masuk ke album kedua grup band pelantun 'Move On' itu sempat mengajukan diri ke sebuah label ternama di Indonesia. Sayangnya, dewi fortuna sepertinya saat itu tak memihak pada mereka.
"Di album kedua kita coba, tapi saat itu bilang ke anak-anak kalau ditolak jangan putus asa. Nah, akhirnya kita ajuin dan kita dengerin lagu 'I am Free',"
"Saat itu si label minta kita bikin lagu kayak gitu dan kita nggak mau. Yaudah akhirnya mereka nggak mau ambil kita,"
Namun, penolakan itu seperti tak berpengaruh kepada Souljah hingga mereka pun tetap setia untuk berjalan di scene indie label. Berkutat di scene itu, justru mengundang banyaknya penggemar fanatik.
Seperti cerita mereka tentang para penggemar mereka? Simak terus beritanya di detikHOT hari ini!
(fkh/mmu)











































