Asal nama Jay-Z lahir dari sebuah cerita unik ketika sang rapper menginjak masa remaja. Saat lahir dan besar di New Jersey, ia sering dipanggil dengan sebutan 'Jazzy'.
Nama itu muncul lantaran sosoknya dikenal sebagai remaja dengan kemampuan nge-rapnya dan sering berulah dengan mengikuti 'Rap Battle' yang menjadi trend saat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2013 lalu, sebuah keputusan yang berani atau bahkan aneh ketika Jay-Z memutuskan untuk menghilangkan tanda strip di tengah nama panggungnya yang setidaknya sudah dipakai sepanjang 20 tahun terakhir.
Tak lama mengubah namanya, pria kelahiran 4 Desember 1969 itu langsung merilis album yang diberi tajuk 'Magna Carta Holy Grail'. Album ini layaknya angin segar untuk penggemar Jay Z di seluruh dunia.
'Magna Carta Holy Grail' disebuat Billboard sebagai salah satu album terbaik yang dirilis pada 2013 lalu. Meski banyak pihak yang memuji 'Magna Carta Holy Grail', Jay Z justru merespons sebaliknya.
Tanpa mengecilkan pendapat yang mumuji albumnya, ayah dari Blue Ivy itu menyebut 'Magna Carta Holy Grail' bukanlah album terbaik darinya. Kenapa?
"Ini ('Magna Carta Holy Grail') bukan karya terbaik yang pernah saya buat. Jangan tembak saya jika saya mengatakan ini, tapi memang (album) 'Reasonable Doubt' (1996) adalah karya terbaik saya," ucapnya beberapa waktu lalu.
Jay Z memang sempat 'menghilang' setelah merilis album 'The Blueprint 3' pada 2009 lalu. Sosoknya saat itu lebih sering terlihat aktif di balik dapur rekaman atau bercerita tentang keluarga kecilnya bersama Beyonce.
(fk/ich)











































