Kepergian almarhumah Diandra bagi Lukman Laksmana atau dikenal dengan nama panggung Buluk, jelas menyebabkan vokalis klimis itu mengalami depresi berat. Dan tentu saja secara langsung berpengaruh pada band yang dipimpinnya mengingat Buluk adalah motor utama pencipta musik dan lirik.
"Setelah album 'Cinta & Nafsu' tahun 2010 memang break lama sampai istri gue meninggal, itu delapan bulanan gue stres berat, nggak bisa ngapa-ngapain," kenang Buluk ketika detikHOT menyambangi Superglad di Kantor Demajors di Kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan belum lama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum akhirnya menelurkan karya terbarunya bertajuk 'Berandalan Ibukota' tahun ini, band pelantun 'Satu' itu pun mencoba meluncurkan lebih dulu karya pemanasan mereka di akhir 2012 berjudul 'Tanpa Distorsi'.
"Akhirnya coba bangkit lagi, itupun bukan dengan membuat album baru, tapi dengan me-remake lagu-lagu lama secara akustik yang kita rilis dalam album Desember 2012," jelas Buluk.
Saat ini, tentu Superglad sudah tak lagi berada dalam posisi itu, masing-masing personel siap berkarya lebih maksimal di masa-masa mendatang. Sebagai salah satu pembuktian, di album 'Berandalan Ibukota' dimana band yang terbentuk tahun 2004 itu tampil gahar penuh karakter dengan kolaborasi bersama 10 musisi handal.
Masih banyak karya-karya Superglad yang sudah dipersiapkan beberapa tahun ke depan. Mulai dari konser sampai sebauh film pun masuk dalam daftar harapan mereka. Penasaran? Simak terus di detikHOT hari ini.
(hap/wes)











































