Astrid menceritakan bagaimana caranya bertahan di industri musik saat ini, ketika bertandang ke kantor detikHOT belum lama ini.
"Iya sih, memang saat ini kasian banget, terutama musisi, royalti juga yang kelihatan aja, potongannya sana-sini, dibajak pula. Sekarang musisinya harus mempromosikan diri sendiri, harus ngartis," bukanya yang pagi itu cantik dengan dress bermotif polkadot hitam-putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya dari satu 'lubang', pelantun 'Cinta Itu' itu pun mendapatkan cara lain melalui menjamurnya bisnis karaoke di Indonesia hari ini. Tak hanya satu atau dua, sampai lima brand karaoke yang diusung pebisnis murni sampai kalangan selebritis bebas menjadi pilihan.
"Aku juga sudah mulai jualan di karaoke. Sekarang sudah ada karaoke yang benar. Jadi antara label dan perusahaan karaoke berhubungan baik. Tiap orang yang menyanyikan lagu kita, royalti langsung masuk ke labelnya berapa, ke artisnya berapa," jelasnya lagi.
"Itu bagus banget, itu hal yang baru kalau nggak kita dapatnya dari mana dong," pungkasnya.
Sisanya, tentu saja promo ke luar kota masih menjadi pilihan utama di samping cara-cara digital tersebut. Di album terbarunya yang rilis akhir Oktober lalu, Astrid sendiri melakukan promo ke beberapa kota seperti Bogor, Medan, Semarang, Bali dan Makassar.
(hap/mmu)











































