Perombakan itu dimulai dengan mengganti nama panggungnya menjadi nama aslinya, Marcello Tahitoe. Alasan tersebut tak lain adalah ingin memunculkan citra baru sebagai Ello yang lebih ngeband.
Konsep ngeband itu diakuinya memang sudah diidamkan sejak lama. Namun, memang baru mendapatkan kesempatan untuk mengubah semuanya itu saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konsep musik gue sebenarnya nggak solo dan karena kalau menurut gue solo itu ya knowledge buat perempuan lah. Konsep nggak di situ, tapi terbentuk solo daripada ekspektasi nggak ketemu akhirnya mending gue pakai konser ngeband," jelasnya mengebu-gebu.
Pria kelahiran 20 Februari 1983 itu mengaku tak takut jika nantinya 'wajah' barunya itu mendapat protes dari penggemar. Baginya, semua akan dibuktikan lewat karya-karyanya.
"Gue cuma buktiin karyanya. Dengerin dulu nah nanti kira-kira kalau pakai nama Ello cocok nggak?" tuturnya sambil tersenyum kecil.
Anak ketiga dari penyanyi lawas Diana Nasution itu menjelaskan, sebenarnya jika bicara musik tak banyak berubah dari Ello dulu dan sekarang. Apalagi, ia mengaku sudah 'meracuni' musiknya dengan ide-idenya sejak album keduanya dulu.
"Sebenarnya dari 'Masih Ada' (masuk album kedua 'Realistis/Idealis'), 'Joni Rock n Roll'. Benar-benar gue banget. Itu konsep nggak solo, musiknya ngeband jadi kelihatannya ngeband," pungkasnya.
(fk/mmu)











































