"Di album ini masih ada romantis-romantisnya. Di sini lebih luas berekspresi aja. Kalau dulu kan romantisnya lebih banyak, kalau sekarang lebih ekstrim," ujar Yudie sang drumer ketika bertandang ke studio detik.com baru-baru ini.
Untuk single pembuka album yang diberi tajuk 'Trilogi of Caffeine' tersebut band asal Bandung itu memilih 'Demi Cintaku'. Caffeine sekarang tak hanya bisa bicara tentang cinta yang menyenangkan. Mereka mulai mempermasalahkan tentang hubungan tanpa ikatan, kehilangan juga rela mati demi cinta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Album ini seperti fase baru bagi Caffeine yang sempat tak terdengar beberapa tahun. Caffeine berharap lahir kembali dengan semangat dan keberuntungan baru.
"Album trilogi ini sebenarnya awal dari perjuangan Caffeine. Di album ini semuanya bekerja tidak seperti album-album sebelumnya yang dibantu produser dari pemilihan lagu hingga teknis. Tapi di album ini kita kerjain semuanya sendiri," jelas Daniel sang kibordis.
(yla/yla)











































