6 Tahun Brilian GFRIEND di Source Music

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Selasa, 18 Mei 2021 17:03 WIB
Teaser foto GFRIEND Song of the Sirens
(Foto: dok. SOURCEMUSIC) Dari Glass Bead ke Apple, dari Rough ke Mago. Perjalanan karier GFRIEND selama 6 tahun di Source Music terbilang brilian.
Jakarta -

Source Music berdiri pada 2009 dikepalai oleh mantan talent manager SM Entertainment, So Sung Jin. Sempat gagal dalam mempromosikan girlband bernama GLAM (yang merupakan kolaborasinya bersama Big Hit Entertainment di 2012), Source Music belajar banyak dari kesalahan tersebut dan debutlah GFRIEND di 2015.

Ada banyak hal yang menarik perhatian publik dari GFRIEND dalam formasi Sowon, Eunha, SinB, Umji, Yerin, dan Yuju lewat Glass Bead. Forum-forum internet ramai dengan perdebatan dan diskusi soal koreografi mereka yang mirip dengan koreografi lagu debut SNSD Into The New World, kemiripan SinB dengan Jessica Jung, hingga lagu-lagu mereka yang terasa familier.

GFRIEND dan konsep anak sekolahan

[Gambas:Youtube]


Konsep anak sekolahan polos dan lugu yang ditampilkan GFRIEND di awal kariernya membuat banyak mata memandang mereka. Bukan satu-satunya yang tampil dengan konsep tersebut di era itu, tapi Source Music sukses membuat GFRIEND jadi yang paling menonjol. Dengan publikasi media yang gencar, pesona dan penampilan member yang maksimal, GFRIEND menapaki puncak karier mereka setelah fancam (video rekaman fans) di acara Hyundai Eco-Drive Concert 2015 jadi viral.

Fancam GFRIEND di acara ini jadi salah satu fancam legendaris girlband K-Pop di industri musik; setelah fancam penampilan jatuh bangun SISTAR di panggung, fancam viral Hani EXID, hingga fancam Nancy MOMOLAND.

Viral fancam dan era Rough

[Gambas:Youtube]


GFRIEND terpeleset berkali-kali di atas panggung dalam penampilannya membawakan Me Gustas Tu hari itu dan bertahan menari hingga akhir lagu. Profesionalisme mereka dipuji media lokal dan internasional. Popularitas Me Gustas Tu meroket dan semakin klimaks ketika akhirnya mereka comeback dengan lagu Rough di 2016 yang meraih 16 total 16 kemenangan di acara musik mingguan hingga 15 piala di acara penghargaan tahunan.

Setelah era Rough, nama GFRIEND jadi girlband yang paling diperhitungkan di generasi mereka. Comeback-nya selalu ditunggu dan lagu-lagu yang dirilis setelah itu selalu jadi hits: Fingertip, Love Whisper, Summer Rain, Navillera, Time for The Moon Night, hingga Sunny Summer. Konsep yang berbeda-beda pun dihadirkan dengan koreografi yang juga tak kalah menakjubkan.

[Gambas:Youtube]

Perubahan konsep dan digaet masuk HYBE

Source Music akhirnya diakuisisi oleh HYBE di 2019 (saat itu masih Big Hit Entertainment) dan jadi salah satu anggota dari HYBE Labels bersama Pledis Entertainment dan KOZ Entertainment. Comeback pertama GFRIEND bersama HYBE menghadirkan nuansa yang benar-benar berbeda.

Bang Shi Hyuk turut menjadi produser dalam comeback album Song of the Sirens. Lewat lagu Apple, GFRIEND tampil lebih anggun dan dewasa. Dilanjutkan ke Walpurgis Night dan Mago, GFRIEND menghadirkan musik disko yang membuat mereka benar-benar lepas dari kesan anak sekolahan yang ditampilkan saat awal debut.

[Gambas:Youtube]


Source Music berhasil membawa GFRIEND menjebol persaingan sengit di industri musik mainstream Korea Selatan. Deretan konsep, lagu-lagu hits yang populer, dan konser berhasil digelar. Fandom mereka yang bernama BUDDY pun terbilang eksis baik online maupun offline. Grup ini sudah berhasil dicintai oleh banyak penggemar K-Pop.

Jelang musim panas 2021 ini, GFRIEND mengumumkan keluar dari Source Music di saat biasanya musim panas selalu ditargetkan jadi comeback mereka. Hingga kini belum ada bocoran rencana GFRIEND selanjutnya di industri musik.

(aay/wes)