Rapper Iron Dipolisikan usai Pukuli Anak di Bawah Umur

Delia Arnindita Larasati - detikHot
Jumat, 11 Des 2020 11:55 WIB
Rapper Iron
Foto: AllKpop
Jakarta -

Rapper Iron kembali harus berurusan dengan polisi. Pihak kepolisian Yongsan, Seoul menyebut Iron telah melakukan kekerasan pada A, teman sekamarnya.

A diketahui masih berusia 18 tahun (usia minor Korea) yang bertemu dengan Iron dua tahun lalu. Keduanya tinggal bersama, dengan A yang belajar musik dari Iron.

Menurut pihak kepolisian, Iron menuding A berbohong dan meminta A berbaring dengan wajah di bawah. Ia kemudian memukul tubuh bagian belakang A 50 kali selama 20 menit dengan tongkat bisbol.

Dalam investigasi polisi, A mengaku memberi Iron sebuah file musik dan dituding mengisinya dengan virus. Ketika A membantah, kekerasan terjadi.

Iron menegaskan apa yang dilakukannya merupakan bentuk tindakan disipliner. Namun ia tak membantah telah melakukan penyerangan tersebut.

Setelah menyelesaikan penyelidikan, polisi mendakwa Iron dengan tudingan penyerangan anak di bawah umur. Pihak kepolisian Yongsan pun meminta surat penahanan praperadilan dari pengadilan.

Sumber dari kepolisian menyebut adanya kekhawatiran tersangka akan melarikan diri atau melakukan kekerasan lagi.

Ini bukan kali pertama Iron berurusan dengan polisi. Pada 2017, Iron dijatuhi hukuman dalam kasus yang sama.

Kala itu, ia dituding melakukan kekerasan dan mengancam kekasihnya. Kala itu ia dihukum dengan 2 tahun masa percobaan dan 80 jam pengabdian masyarakat. Tak hanya itu, Iron juga pernah didakwa terkait konsumsi ganja.

Dalam wawancara pada 2019, Iron membahas soal kebiasaannya mengkonsumsi ganja. Ia memandang ganja sebagai hadiah dari Tuhan yang diperbolehkan untuk dikonsumi. Pernyataan tersebut tentunya mendapat kritikan dari publik.

Rapper Iron, yang memiliki nama asli Jung Hun Cheol, dikenal usai menjadi kontestan Show Me the Money 3. Ia merilis album pertamanya, Rock Bottom pada September 2016.

(dal/nu2)