"Debut sebagai grup alternatif bukan berarti HISTORY identik dengan hanya satu genre musik saja. Alternatif di sini berarti bagaimana mereka memandang musik," jelas LOEN Entertainment dalam rilis debut HISTORY.
Manajemen melanjutkan, grup yang digawangi Song Kyungil, Kim Sihyoung, Na Dokyun, Kim Jaeho dan Jang Yijeong ini ingin melampaui batas-batas yang selama ini dibuat oleh grup KPop sebelumnya. "Mereka akan membuat standar sendiri di musik KPop sebagai sebuah paradigma baru," jelasnya.
Meninggalkan genre British Pop yang menampilkan musik ala orkestra di 'Dreamer', HISTORY kembali ke panggung musik dengan mini album pertamanya 'JUST NOW'. Mereka mulai mencoba genre musik baru dan tampil dengan musik dubstep lewat lagu andalan 'Tell Me Love'.
Lewat 'Tell Me Love', HISTORY mulai lebih 'memasyarakat' dengan menampilkan genre musik seperti halnya grup KPop kebanyakan. Video musiknya pun dibuat dengan warna-warna neon yang kontras.
Tiga bulan berselang setelah 'Tell Me Love', LOEN kembali mengumumkan comeback grup ini. Konsep bad boy-pun dipilih sebagai konsep untuk video musik dan juga jacket album bertajuk 'Blue Spring'.
HISTORY khusus terbang ke Berlin, Jerman, untuk melakukan pemotretan dan syuting video musik lagu andalan 'What Am I To You?'. Penampilan mereka dalam video klip itupun dibuat sangat dewasa dengan masalah percintaan yang lebih rumit dari lagu-lagu sebelumnya.
(ron/mmu)











































