Manajer Tempat Pijat Buka Suara Soal Kunjungan Se7en

Manajer Tempat Pijat Buka Suara Soal Kunjungan Se7en

- detikHot
Kamis, 27 Jun 2013 17:26 WIB
Manajer Tempat Pijat Buka Suara Soal Kunjungan Se7en
Jakarta - Skandal yang melibatkan beberapa selebriti Korea yang kepergok menikmati minuman beralkohol saat sedang menjalankan tugas wajib militer masih menjadi topik hangat. Se7en dan Sangchu 'Mighty Mouth' juga tertangkap kamera sedang mengunjungi tempat pijat dewasa.

Reporter SBS 'On-Site 21' yang membuntuti para artis setelah tampil dalam sebuah acara tersebut melakukan wawancara khusus dengan manajer tempat pijat yang dikunjungi Se7en. Manajer tersebut menekankan bahwa tempat mereka tidak boleh dimasuki siapapun di bawah 19 tahun.

Mengenai Se7en dan Sangchu, ini dia pengakuan manajer rumah pijat itu seperti dilansir AllKPop. "Mereka (Se7en dan Sangchu) bertanya apakah mereka bisa mendapatkan servis malam ini dan aku bilang tidak bisa, tidak malam ini. Aku akhirnya mengembalikan uang yang sudah mereka bayarkan sebesar 170 ribu Won," ungkapnya.

Dia menambahkan, "Tidak ada orang yang datang ke sini hanya untuk mendapatkan massage saja. Mereka datang untuk hal yang lain, seperti apa yang Anda pikirkan."

Pernyataan dari manajer tersebut makin menimbulkan spekulasi bahwa Se7en dan Sangchu memang datang tak hanya untuk melakukan pijat refleksi semata. Diungkapkan juga oleh sang manajer, Se7en dan Sangchu mengaku tidak nyaman dengan punggung dan lututnya sehingga butuh pijat.

Namun, manajer tempat bernama 'Happy Ending' tersebut menolak menjelaskan lebih jauh mengenai selebriti lain yang tidak melakukan pijat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Nasional Korea Selatan sedang melakukan investigasi lebih lanjut mengenai skandal ini. "Kami akan memeriksa kembali video tersebut dan melakukan investigasi pada semua anggota militer yang terlibat sampai Jumat mendatang. Saat ini mereka sudah tidak dilibatkan dalam segala kegiatan militer dan akan menerima hukuman setelah proses investigasi selesai," ujar perwakilan dari pihak kementerian.

(mmu/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads