Saat pertama bergabung dengan JYP Entertainment, Jay datang sebagai trainee yang sudah hampir matang. Tak seperti (calon) anggota 2PM lain yang kurus dan belum membentuk badan, Jay datang dengan badan berotot dan perut six packs. Tak hanya itu, ia mahir breakdance atau biasa disebut b-boy (break-boy). Ia pun kerap mengajari rekan-rekan sesama trainee gerakan-gerakan dasar b-boy.
B-boy memang sudah menjadi makanan sehari-hari Jay sejak duduk di bangku SMA. Ia merupakan bagian dari Art of Movement (AOM), sebuah komunitas pecinta b-boy yang dibentuk tahun 2002 di Seattle. Dari AOM, Jay mulai mengenal b-boy dan belajar banyak soal pertemanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak awal bergabung dengan JYPE, Jay memang hanya ingin menyalurkan kecintaannya pada menari khususnya b-boy. Sejak kecil ia sudah mengidolakan Michael Jackson dan Usher.
"Aku selalu cinta menari. Aku tumbuh bersama Michael Jackson dan Usher. Aku sudah tertarik pada menari sejak aku masih sangat kecil. B-boy itu semacam kebudayaan dan aku jatuh cinta ke dalamnya dan tak sanggup untuk berhenti," papar Jay serius.
Saking cintanya pada Art of Movement, Jay sampai menambahkan satu tato di tubuhnya. Kini di balik telinga kanannya ada tato bertuliskan 'AOM'. Ia pun mengaku dari sekian banyak tato yang dimilikinya, tato AOM itulah yang paling penting bagi dirinya.

"Tato AOM adalah yang paling penting untukku. Itu seperti menunjukkan bagaimana pentingnya AOM sebagai bagian dari hidupku. Aku tumbuh bersama mereka. Mereka seperti anggota keluargaku," tegasnya.
Namun tato yang dirajah di tubuhnya itu menimbulkan kontroversi bagi banyak orang di Korea karena tato masih dianggap sebagai simbol kriminal. Bagaimana pendapat Jay?
"Aku suka tato. Itu seperti pelepas stres. Melarangku membuat tato sama seperti melarangku nge-rap atau melarangku menari. Aku mengekspresikan pikiranku lewat tato," pungkasnya.
(ast/mmu)











































