Drama Korea Jisoo BLACKPINK Kena Efek Distorsi Sejarah Joseon Exorcist

Tim detikcom - detikHot
Sabtu, 27 Mar 2021 08:53 WIB
Jisoo BLACKPINK
Drama Snowdrop yang diperankan Jisoo BLACKPINK kena efek Joseon Exorcist. (Foto: dok. YG Entertainment)
Jakarta -

Ramai dibicarakan di kalangan penonton drama Korea, Joseon Exorcist disebut menampilkan cerita yang melenceng dari sejarah. Penayangan dan produksi drama Korea Joseon Exorcist resmi disetop.

Rupanya apa yang terjadi pada Joseon Exorcist memberi dampak buat drama Korea lain yang berlatar sejarah juga. Termasuk Snowdrop yang diperankan oleh Jisoo BLACKPINK dan sudah dinantikan penayangannya tahun 2021 ini.

Saat ini, Snowdrop sedang dalam proses produksi dan belum punya tanggal tayang resmi. Namun muncul kecurigaan drama ini juga akan menampilkan cerita yang tak punya landasan sejarah yang kuat atau bahkan melenceng dari sejarah yang sebenarnya.

Kritik terhadap Snowdrop dan kecurigaan netizen Korea soal penyelewengan sejarah mulai muncul setelah potongan sinopsis drama tersebut beredar di internet. Dalam potongan sinopsis yang beredar tersebut ada beberapa hal yang disoroti.

Di antaranya adalah pemeran utama pria dalam Snowdrop dikisahkan sebagai mata-mata yang menyusup ke dalam sebuah gerakan aktivis di tahun 1987. Lalu yang kedua ada juga karakter pria lain yang menjadi pemimpin buat NSP (Agency for National Security Planning) meski karakter ini dijelaskan sebagai sosok yang adil.

Kekhawatiran netizen muncul karena di tahun 1987 yang jadi latar drama Korea Snowdrop merupakan tahun penting dalam pergerakan demokrasi di Korea Selatan. Di tahun itu, Agency for National Security Planning merupakan bagian dari rezim otoriter.

Terkait perdebatan yang beredar di internet, stasiun televisi JTBC yang akan menayangkan Snowdrop akhirnya buka suara. Terlebih di tengah ramainya kabar soal distorsi sejarah Joseon Exorcist yang ramai dibicarakan dan membuat masyarakat menilai jelek pada Snowdrop yang bahkan belum tayang.

"Snowdrop bukan drama yang meremehkan gerakan pro-demokrasi atau mengagungkan pekerjaan mata-mata NSP," ujar pihak JTBC lewat pernyataan resmi.

"Snowdrop merupakan komedi hitam satir tentang pemilihan presiden di tahun 1980 di bawah rezim militer saat terjadi ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan di Semenanjung Korea. Ini juga adalah produksi melodrama antara pria dan wanita muda yang menjadi korban dari situasi tersebut," lanjut mereka.

JTBC menambahkan, spekulasi yang beredar di internet soal Snowdrop tidak benar. Lantaran bocoran sinopsis yang beredar hanya diambil sebagian dari sebuah konteks utuh sehingga tidak bisa dijadikan landasan yang kuat untuk menuding Snowdrop melenceng dari sejarah.

Kasus Joseon Exorcist

Joseon ExorcistJoseon Exorcist Foto: dok SBS

Joseon Exorcist langsung menjadi pembicaraan usai menayangkan episode pertama. Protes dari publik muncul akibat dugaan melenceng dari sejarah Korea.

Tak lama setelah episode perdana jadi kontroversi, pihak produksi pun merilis pernyataan terkait penggunaan properti dan makanan China dalam salah satu adegannya. Namun, kritikan semakin ramai disampaikan usai penayangan episode kedua yang menunjukkan lebih banyak elemen China dalam adegannya.

Pihak produksi Joseon Exorcist pun kembali merilis pernyataan terkait hal tersebut. Mereka menegaskan akan menghapus adegan yang membuat para pemirsa tidak nyaman untuk versi VOD dan penayangan ulangnya.

Selain itu, tim produksi juga membantah Joseon Exorcist dibiayai oleh China. Mereka menegaskan semua sponsor dan pembiayaan untuk produksi berasal dari Korea Selatan.

Joseon Exorcist dibintangi oleh aktor papan atas seperti Jang Dong Yoon, Lee Yu Bi, hingga Park Sung Hoon.

(aay/doc)