Namun tak hanya sekedar travelling. Cewek kelahiran 30 Juni 1989 ini turut serta dalam gerakan pendidikan sebagai guru di kawasan tertinggal di Tanah Air.
"Udah hampir setahunan aku ikut organisasi Seribu Guru. Di situ aku sering diajak pergi ke berbagai tempat buat ngajar di desa-desa terpencil," kisah Acha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengalaman unik yang tak terlupakan baginya kala menyaksikan seorang bocah lelaki yang tak mengenal Indonesia itu seperti apa.
"Dia pikir negara itu cuma desa tempat dia tinggal aja di Cioray. Padahal udah kelas 4 SD, akhirnya aku buka atlas dan jelasin kalau Indonesia itu luas dan terbagi beribu-ribu kawasan selain desa tempat dia tinggal selama ini," kenang Acha seraya menahan haru.
"Jadi guru buat anak-anak di desa-desa itu bikin aku bersyukur sih. Kita jauh lebih beruntung daripada mereka, kehidupan mereka jauh lebih berat. Jadi kalau dari kebanyakan kita pusing belum ganti handphone terbaru, duh hal-hal kayak gitu nggak sebanding sama apa yang udah aku lihat selama jadi guru ke desa-desa," paparnya.
(doc/hkm)











































