Sutradara besar seperti Teguh Karya menghormati sosok Maria Oentoe dengan kemampuan bertutur yang ia miliki.
Secara langsung, Teguh pernah meminta Maria langsung untuk berperan dalam film 'November 1928' yang ia garap. Maria mengenang, perannya tak mudah. Ia harus menghafal skenario panjang dan bermonolog dalam durasi 5 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jerih payahnya menghafal tak sia-sia. Maria sukses bermonolog dengan skrip tersebut.
"Teguh Karya tepuk tangan pada saat itu. Saya bersyukur nggak bikin kecewa diajak main di film itu," urainya lagi.
Sosok Teguh Karya dinilainya sebagai sutradara yang total dalam membuat film. Pemenang dalam kategori Sutradara Terbaik di FFI ITU dinilainya amat detail. Ia juga disiplin dan tepat waktu.
"Saya pernah lihat salah satu pemain dimarahi Teguh karena dia tidur bukannya stand by. Saking kesalnya, Teguh nyetop syuting filmnya beberapa waktu karena ada satu pemain yang ia nilai nggak profesional," tuturnya.
Jangan lupa simak 25 Momen Selebriti edisi Maret 2015
(doc/mmu)











































