"Ia akan berkata, 'Kau tak perlu apapun lagi. Pulanglah!'," ujar Joan menirukan perkataan sang dokter pada 2007 lalu yang menganggap operasi pada wajahnya terlalu berlebihan.
Operasi pertama Joan dilakukan pada matanya ketika berusia 32 tahun. Semenjak itu, sang presenter mulai mengubah bentuk wajahnya, mulai dari facelift, operasi hidung hingga botox.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu-satunya yang membuat Joan kecanduan dengan operasi plastik adalah dirinya sendiri. Ia tak pernah merasa puas dan selalu menganggap dirinya 'jelek'.
"Aku percaya pada operasi plastik. Lihatlah ke kaca dan kau akan tahu. Kau akan berusia 40 tahun dan berkata, 'Ada yang tak beres'. Motoku, 'Lebih baik memiliki wajah baru keluar dari mobil tua daripada wajah tua keluar dari mobil baru'. Habiskan uangmu untuk dirimu sendiri," tegasnya.
Melissa, putri satu-satunya, pernah mengungkapkan kekhawatirannya atas kecanduan sang ibu. Namun apa pun yang dikatakan sang putri tak akan bisa mengalahkan keyakinannya sendiri.
"Pada satu titik aku mulai berpikir bahwa risiko melebihi hasilnya, jadi aku ingin ibuku tahu bagaimana perasaanku mengenai hal ini. Dan aku telah memberitahukan padanya dengan jelas," ujar Melissa kala itu.

Namun pada akhirnya, bukan operasi plastik yang mengambil nyawanya, melainkan sebuah operasi lain yang awalnya dilakukan untuk menyelamatkan hidupnya. Operasi kecil pada pita suara Joan menyebabkan koma yang berakhir dengan kematiannya di usia 81 tahun.
"Aku pernah membayangkan pemakamanku di mana putriku Melissa mengusir semua orang yang aku tak suka," seloroh Joan yang memang dikenal sarkas dan blak-blakan itu beberapa tahun lalu.
"Pemakamanku hanya akan dihadiri oleh mereka yang diundang. Tapi, aku benar-benar tak tahu pada tahun 3007 aku akan masih bicara dengan siapa," sambung sang komedian.
(kmb/mmu)











































