Sudah ke mana saja? "Aku pernah keliling Sumatera Barat hanya untuk kulineran. Dari Padang ke Bukittinggi, Ngarai Sianok, Pariaman sampai ke dua danau di sana," tuturnya saat berbincang dengan detikHOT beberapa waktu lalu.
Selain itu, Ade juga pernah berkunjung ke Bali, Manado, Penang, Medan dan berbagai tempat lainnya. "Aku tuh suka keliling, nyewa mobil, nyetir sendirian dan berhenti di mana pun," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku tanya rumput lautnya buat bikin apa? Katanya rujak. Ya sudah tolong bikinkan satu," kisahnya menggambarkan kembali situasi kala itu.

Rujak khas Bali tersebut diberi kuah pindang, cabenya diulek dan ditambahkan garam. Lalu kelapa bakarnya diserut di atas rujak. Harganya hanya Rp 5 ribu.
"Rasanya enak banget lho, dan aku baru pertama kali nyobain," ungkap Ade.
Pengalaman tersebut diceritakannya kepada kawannya yang orang Bali. Rujak tersebut memang ada tapi tidak menjadi makanan populer. Ia pun diajak ke sebuah restauran yang menjual rujak serupa.
Harganya lebih mahal dan baginya rasanya kurang enak. Menurutnya banyak makanan yang memang dari segi penampilan kurang bagus namun rasanya melejit. Begitu pun sebaliknya.
"Makanya aku ngerasain semua makanan dari yang lokal Indonesia, western, sampai yang aneh-aneh. Biar kita tahu rasanya," ujar wanita yang hobi crossfit setiap hari itu.
(tia/mmu)











































