Tentunya sosok di balik Caesar si monyet cerdas tak boleh dilupakan. Andy Serkis berhasil menyampaikan emosi seekor monyet melalui teknologi CGI (Computer-generated Imagery) yang pada awalnya diragukan oleh aktor yang kini berusia 50 tahun tersebut.
"Aku tak pernah berpikir tentang hal tersebut namun ini mungkin adalah hal yang membuat teknologi performance-capture sangat luar biasa. Teknologi tersebut adalah sebuah portal yang memungkinkan seorang aktor untuk menggambarkan peran yang bukan manusia namun memiliki kecerdasan dan emosi yang sama, yang menjadi bagian dari cerita," ujar Andy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kliennya saat ini meliputi 'Star Wars' yang sedang melakukan pengambilan gambar di Pinewood Studio. Begitu juga dengan sekuel Avengers, di mana Andy sendiri akan membitangi dua film tersebut.
"Apa yang saat ini bisa kukatakan adalah The Imaginarium terlibat dalam performance-capture yang dibutuhkan oleh dua film tersebut. Untuk 'The Avangers' kami sedang teliti bekerja dengan Mark Ruffalo untuk karakternya sebagai Hulk," sambungnya.

Mengenai teknologi CGI, pada awalnya Andy berpikir perannya sebagai Gollum adalah kali terakhir dirinya bermain-main dengan teknologi. Namun ternyata seiring berjalannya waktu, teknologi pun semakin berkembang.
"Aku berpikir setelah bermain menjadi Gollum aku akan kembali bermain karakter 'tradisional' di film dan pengalaman tersebut adalah sebuah anomali dan luar biasa. Aku tak menyadari teknologi akan terus berkembang," akunya.
Dan, saat itu diakui Andy sebagai puncak dari kariernya. Sang aktor pun mulai tersadar bahwa tak ada karakter yang tak bisa ia mainkan.
"Kala itu adalah masa-masa puncak untukku karena jelas bagiku bahwa kau bisa bermain menjadi apapun. Aku telah berperan sebagai Hobbit setinggi setengah kaki dan saat ini aku adalah gorilla setinggi 25 kaki," pungkasnya.
(kmb/mmu)











































