Banyak yang bilang bekerja sesuai dengan hobi akan enak dilakoni. Namun bagi Mayumi Haryoto sejak awal ia menggambar, ilustrasi adalah profesinya.
"Aku enggak bilang ini hobi juga, karena ini profesi. Pekerjaan yang aku jalani," katanya kepada detikHOT di kantor Fabula Agency, Menteng Jakarta Pusat, Jumat (4/7/2014).
Hal ini yang membedakan pekerjaan ilustrator yang dikerjakan Mayumi dengan seorang seniman. Jika seniman terbiasa bekerja dengan menunggu ide dan mood serta rajin berpameran di galeri, Mayumi justru malas memajang karyanya di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, jika ia menjadi seorang seniman artinya akan memasuki ranah seni murni sedangkan dirinya tak mau dan sengaja menjauhinya. Pekerjaan keduanya memang sama-sama sebagai tukang gambar tapi berbeda tujuan.

Meski kini Mayumi menjadi seorang freelancer ilustrator ia juga harus mengetahui bagaimana posisi dan cara memilah-milah pekerjaannya.
"It is important for me. Karena enggak semuanya bisa diiyakan. Kita tahu bagaimana disiplin waktu dan mengaturnya. Kalau enggak kayak gitu enggak bakalan ada waktu pribadi ha ha ha..." kata wanita berdarah Jepang-Indonesia.
Lalu sejak kapan wanita berkaca mata ini sudah pandai dan berbakat menggambar? Sambil tersenyum ia mengangkat keningnya. "Enggak tahu, tapi yang jelas dari kecil suka menggambar. Orangtua juga enggak ada yang pintar gambar atau nyeni gitu," ujarnya.
Namun ia masih ingat akan kegemarannya membaca komik dari Mari-chan. Manga atau sebutan untuk komik Jepang ini sampai sekarang masih suka dibacanya di waktu senggang.

(tia/hkm)











































