Jeruji besi sekalipun tak mampu memisahkan cinta Anggita Sari dan Freddy Budiman. Dua insan yang dimabuk asmara itu teta lancar memadu kasih di dalam Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur.
Hal itu diungkapkan Anggita saat berbincang dengan detikHOT di daerah Warung Buncit, Jakarta Selatan. Ia mengaku sering mengunjungi sang terpidana mati pemilik 1.4 juta butir pil ekstasi itu di penjara.
Diceritakan Anggita, dirinya memang sudah dianggap seperti isteri oleh Freddy. "Kalau misalnya ada tamu di lapas, dia (Freddy) bilang saya istrinya," jelasnya. Keduanya pun menjalin hubungan cinta meski tanpa komitmen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Anggita Sari, Sexy in Black
Sosok kelahiran Jakarta, 6 Desember 1991 itu mengungkapkan, dirinya selalu bertemu dengan sang kekasih di ruang konsultasi Lapas Cipinang. Menurutnya, Freddy khusus menyewa ruangan itu.
"Ruang konsultasi itu emang bisa disewa sama Mas Freddy kalau kita mau lebih deket, jadi nggak lewat bilik," kata sosok yang memakai tanktop hitam dipadu hot pants motif strip itu.
Β
Digambarkan Anggita, ruang konsultasi itu tak terlalu besar. Hanya ada sofa empuk, meja, dan televisi. Meski begitu, tempat tersebut dirasakannya cukup nyaman untuk melepas kangen dengan Freddy.
Pemilik tinggi 165cm dan berat 47kg itu bersama kekasihnya biasanya saling mencurahkan isi hati di ruangan tersebut. Mereka juga bercumbu layaknya sepasang kekasih yang bebas merdeka.
"Ya paling cium-ciuman. Mesra-mesraan aja, kayak pacaran biasa. Kita nggak beranilah berhubungan suami istri," katanya malu-malu.

"Itu ruangan nggak bisa dikunci, jadi nggak mungkin. Itu ruangan paling depan dimana penjaga-penjaga lewat. Kalau misalnya saya lagi berhubungan badan terus tiba-tiba terbuka, kan risikonya gede," sambungnya.
Selain itu, Anggita juga mengungkapkan kebiasaan Freddy di dalam Lapas Cipinang. Menurut sosok yang memiliki lima tato di tubuhnya itu, kekasihnya selalu mengkonsumsi narkoba jenis sabu di sana.
"Dia memang make (sabu) di sana (Lapas Cipinang). Cuma dia nggak pernah make di depan aku, karena dia tahu aku nggak suka. Dia orangnya baik, menghargai aku. Kalau aku udah mau datang, dia pake (sabu) dulu. Nggak mau di depan aku," tandasnya.
(hri/mmu)










































